Awal tahun lalu, atas rekomendasi Selviya Hanna, saya mendapat kesempatan menjadi proofreader bahasa Indonesia dan Inggris untuk suatu proyek buku fotografi berjudul Indonesian Heritage. Buku tersebut berisi kumpulan karya 10 pewarta foto peraih Permata Photo Journalist Grant tahun 2014.

 

 

 

Ini pengalaman yang sudah pasti menarik sebab jauh sebelum media sosial ada, saya pernah membaca-baca komik foto independen dan memiliki satu buku sederhana mengenainya yang masih disimpan. Ketika mengecek proof editan 100 Masjid Terindah Indonesia dan 100 Gereja Terindah Indonesia, mau tak mau saya mengamati ilustrasi fotonya juga supaya tidak sekadar menjadi “tempelan”. Pekerjaan seperti ini memanjakan mata, kendati bukan berarti foto dan ceritanya melulu menyangkut keindahan.

Di satu sisi, pengecekan ini mirip menyunting antologi sebab bersentuhan dengan detail terkecil sampai profil singkat fotografer dan tim mentornya. Lebih-lebih, saya cukup jarang mem-proof bahasa Inggris selain terjemahan sendiri. Salah satu segi mengasyikkannya, menambah pengetahuan tentang rumah makan Padang dan beberapa kehidupan seniman tradisional. Saya juga sempat merinding ketika mengecek keterangan foto yang menampilkan pelaku berkostum horor pada malam hari. Hitam putih, pula. Makin hiduplah jadinya:)) Ternyata koreksi akhir lebih nyaman dibaca dalam bentuk cetak.

Foto jepretan saya dengan  ponsel. Lokasi: RM Sederhana, Sekelimus

Foto jepretan saya dengan ponsel. Lokasi: RM Sederhana, Sekelimus

Buku ini sudah dicetak, namun tidak diperjualbelikan. Oleh sebab itu, tidak ada infonya di internet.

Tetap saja, ini mengesankan. Apalagi menjelang rampung kerja, saya tengah mondar-mandir ke rumah sakit. Alhamdulillah, belakangan saya juga dipercaya menyunting terjemahan Inggris beberapa bagian buku ini.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)