Sumber: KBBI Offline 1.5.1

  1. am·bul v, meng·am·bul v 1 mengenjal, memantul, atau melambung (spt bola jatuh ke tanah)
  2. an·tul, meng·an·tul v melambung kembali (spt bola jatuh); memantul; melenting
  3. ban·ting [1] v, mem·ban·ting 2 menjatuhkan kuat-kuat ke bawah; mengempaskan; (mencampakkan) ke bawa
  4. bap n tiruan bunyi barang jatuh di tanah lembut dsb; debap
  5. ce·bur n tiruan bunyi benda besar yg jatuh ke dl air;
  6. cek·luk v, ter·cek·luk v tergelincir dan jatuh
  7. ter·ce·la·pak v (jatuh, duduk) terkangkang
  8. ter·cem·plung v cak 1 tidak sengaja masuk (jatuh) ke dl air (sumur dsb
  9. de·ka·den /dékadén/ a 2 jatuh; merosot (tt akhlak dsb)
  10. ber·de·rai v berbunyi “tik, tik” spt bunyi titik-titik air hujan jatuh di kaca
  11. de·sah n tiruan bunyi air hujan jatuh di daun-daunan
  12. meng·em·pap·kan v 1 menjatuhkan atau menimpakan barang berat kpd sesuatu
  13. ter·em·pap v terjatuh dng perut dan dada ke tanah; jatuh terempas (tengkurap)
  14. em·pas v, meng·em·pas v 1 membantingkan atau menjatuhkan diri
  15. en·jal [1], meng·en·jal v 1 jatuh terperenyak; 2 memantul; melenting
  16. meng·e·nyak·kan v menjatuhkan (diri) pd;

    ter·per·e·nyak v jatuh terduduk dng tiba-tiba; jatuh duduk; terjelepok

  17. geb·lak, meng·geb·lak v jatuh tertelentang (jatuh ke belakang) hingga kepala bagian belakang menyentuh tanah
  18. ge·lang·sar, meng·ge·lang·sar v menggelincir rebah; jatuh ke muka
  19. ge·lun·dung [2] v, ber·ge·lun·dung·an v 1 jatuh berguling-guling
  20. ter·go·lek v 1 terguling; tergelimpang; jatuh terguling
  21. gu·gur v 1 jatuh sebelum masak (tt buah-buahan); lahir sebelum waktunya (tt bayi); runtuh (tt tanah)
  22. jeb·lok [2] v 1 jatuh; 2 ki turun (tt harga, nilai); anjlok
  23. ber·je·gal-je·gal·an v saling menjatuhkan
  24. men·jem·pa·lit v jatuh jungkir balik; terguling berbalik-balik;
    jeng·kang v, ter·jeng·kang v 1 jatuh telentang
  25. ter·je·rang·kang v jatuh terlentang dng kaki ke atas
  26. ter·je·rem·bap v jatuh tertelungkup (bertiarap)
  27. je·rem·bat, ter·je·rem·bat v 1 tersangkut kaki pd sesuatu; tersandung kaki sehingga jatuh dsb
  28. ter·je·rong·kong v jatuh ke depan dan tertelungkup
  29. je·ru·mus v, men·je·ru·mus·kan v 1 mendorong hingga jatuh tersungkur, atau jatuh masuk lubang, dsb
  30. ter·jung·kal v 1 terguling; terjatuh
  31. ter·jung·kir v terbalik (dng kepala di bawah); tertungging
  32. kus·ruk v, me·ngus·ruk v jatuh tersungkur
  33. le·pap [1], ter·le·pap v jatuh tersungkur
  34. lo·yong, me·lo·yong v 1 jatuh melayang-layang (layang-layang putus dsb)
  35. lu·ruh [1] v jatuh atau gugur krn sudah sampai waktunya (tt buah, daun, rambut, dsb)
  36. pan·ting, ber·pan·ting·an v (bersama-sama) terlempar jatuh (atau jatuh terguling-guling); berpelantingan;
  37. me·man·tul·kan v 1 membalikkan: dinding-dinding stadion ~ sorak sorai penonton; 2 Olr menjatuhkan bola ke lantai atau ke tanah (dl permainan bola basket, bola tangan);
  38. pa·rih v, me·ma·rih v 1 menjatuhkan dadu (ketika bermain atau mengundi); membuang (dadu);
  39. pen·tal, ter·pen·tal v terpelanting jauh:
  40. pe·ro·sok, ter·pe·ro·sok v 1 terjatuh masuk ke dl lubang; teperlus
  41. ber·pon·tang-pan·ting v berlari rebah bangun; jatuh terguling-guling;
  42. me·ro·boh·kan v 3 menjatuhkan (mengalahkan dsb)
  43. ron·tok v 1 jatuh atau gugur dl jumlah yg banyak (tt buah-buahan, daun-daunan):
  44. run·tuh v 1 roboh krn rusak dsb (tt bangunan); jatuh ke bawah atau terban krn rusak (tt barang yg berat-berat):
  45. se·lem·pang [2], ter·se·lem·pang v (jatuh) terkangkang; terjelepok
  46. ter·sung·kur v jatuh terjerembap dng mukanya mengenai tanah; jatuh tertiarap
  47. me·num·bang·kan v 1 merobohkan (pohon yg besar); 2 ki menjatuhkan (meruntuhkan) kekuasaan, negara, dsb; mengalahkan:
  48. tung·gang lang·gang adv keadaan (lari dsb) dng cepat, tetapi tidak menentu arahnya dan kadang-kadang terjatuh krn ketakutan; pontang-panting;

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)