‘Ayahku, benarkah kasih harus disemai dengan airmata, agar tumbuh
menjadi jiwa-jiwa penuh nyawa. Benarkah cinta harus diuji dengan duka
lara, agar kita tahu ujung sebuah setia. Benarkah ada rahasia dari
tata indera untuk menguak renik perasaan, sehingga kita tak bisa
berbuat apa-apa tanpa mengenal inti segalanya. Benarkah ada jalan yang
harus dilewati dalam kabut dan ketakpastian wujud untuk sebuah impian,
untuk sebuah harapan, agar tujuan menjadi demikian menjanjikan sebuah
pertemuan yang menggembirakan.’

(Hubbu – Mashuri, halaman 4-5)


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)