Sebenarnya ini sebutan saya dan seorang rekan editor untuk seorang kolega penerjemah yang bertubuh mungil. Tapi saya merasa pas mengalamatkannya pada seorang gadis cilik.

Mengapa? Alkisah, pada suatu waktu yang tidak saya ingat lagi, saya menghadiahkan buku Tersesat Membawa Nikmat kepada ibunya, yang memang berprofesi penerjemah dan penulis. Bahkan di kala hamil muda kali ini, sang bunda menekuni kembali dunia menerjemahkan yang dicintainya.

Pada satu kesempatan, putri sulungnya yang baru  berusia 7 tahun 9 bulan membantu menerjemahkan beberapa kalimat. Ternyata kosakatanya sudah cukup banyak dan kalimatnya ‘bunyi’. Rupa-rupanya, gadis cilik ini membaca Tersesat Membawa Nikmat. Yang tidak saya ketahui, sebab hanya pernah mendengar ia menirukan bundanya mengetik buku di pangkuan dan menyalin dengan komputer. Itu sudah beberapa tahun ke belakang:D

Duh, saya terharu. Saya tidak berperan banyak dalam buku tersebut, namun merasa turut berbangga dan gembira atas potensi gadis kecil ini.

Siapakah dia? Tengok saja kemari🙂

Menurut ibunya, gadis cilik ini ingin menjadi penerjemah buku fashion. Cool😀


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)