Alkisah, sebelumnya saya mengerjakan suntingan terjemahan dengan seorang penanggung jawab yang cukup sering menerjemahkan buku untuk kantornya. Agar tidak mengganggu beliau dengan aneka pertanyaan, saya menakar selingkung berdasarkan buku-buku yang beliau edit dan terjemahkan. Kebetulan saya punya beberapa, meski tidak semuanya satu genre dengan yang saya garap. Singkat kata, editor satu ini relatif mengutamakan keutuhan gaya asli penulis baik dalam buku thriller, novel grafis, spiritual, klasik, dan macam-macam lagi. Arahan beliau pada saya hanya satu selama ini: dilarang memindahkan atau memotong alinea.

Beberapa buku kemudian, saya memperoleh kepercayaan dari editor lain yang satu ‘rumah’ dengan beliau. Teledornya, saya terbuai dalam kesoktahuan sendiri dan menyamakan juklaknya dengan editor yang satu lagi. Ketika memperoleh evaluasi yang cukup rinci, penanggung jawab kedua ini memberi penjelasan yang membuat saya menyimpulkan bahwa ‘aturan main’ mereka tidak sama. Seharusnya saya tahu. Apa pasal? Yang saya garap untuk editor pertama rata-rata buku dewasa, sedangkan dengan editor satunya bergenre fiksi remaja. Saya main pukul rata saja karena sama-sama terjemahan.

Berikut sekilas arahan editor kedua yang saya cermati:

1. Ini tidak selalu harus begini, tapi terkadang beberapa percakapan bisa diganti menjadi seperti ini:

    A menjawab –> jawab A
    B berseru –> seru B
2. Beberapa contoh kalimat yang mungkin bisa lebih singkat untuk gaya editan novel remaja:

   Tanpa memberikan kesempatan pada Peter untuk menolak.
    
    Begitulah caranya bagi mereka untuk mengetahui…
    
   Alex merasa yakin bahwa ia

    Sebelum: Aku bisa melihat bahwa ia tahu lebih banyak pada usia sembilan tahun daripada dirimu pada usia lima belas

   Sesudah: Bisa kulihat ia tahu lebih banyak pada usia sembilan tahun ketimbang kau pada usia lima belas.
Sisanya mungkin hanya menyingkat kalimat supaya lebih ringkas saja, misal:

    Memegang pistol di tangan –> Memegang pistol

    Bagaimana caranya –> Bagaimana; caranya
    Menyadari bahwa –> Sadar
    Enam ekor anak kucing –> Enam anak kucing
    Kedua orangtuanya –> Orangtuanya
Alhamdulillah, ia tidak kapok bekerja sama dengan saya dan dalam editan berikut, menurutnya kinerja saya sudah lebih baik:)

Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

4 Responses to “ Lain Editor, Lain Kebijakan ”

  1. gravatar selviya Reply
    January 24th, 2012

    Wah, catatan editornya berguna sekali. 🙂 Thanks for sharing ya Mbak.

    • gravatar admin rinurbad.com Reply
      January 24th, 2012

      Sama-sama, Selvy:)

  2. gravatar Retnadi Reply
    January 24th, 2012

    iya nih, jadi belajar banyak. makasih udah berbagi, mb rin 🙂

    • gravatar admin rinurbad.com Reply
      January 25th, 2012

      Terima kasih kembali karena telah meluangkan waktu membaca postingan ini, No:)

Leave a Reply

  • (not be published)