Saya khawatir lupa, meski kemungkinan itu tetap ada. Sudah saya bookmark, namun saya simpan juga di sini.

Lebah adalah serangga yang relatif dekat dengan keseharian kami. Kami membiarkannya berumah di ujung jendela kamar, bahkan ada yang membuat di langit-langit ruang tengah. Kendati agak takut jika lebahnya besar sekali, saya sedih juga kala mendapati satu yang mati karena saya menyemprot nyamuk. Kenapa pada nyamuk, saya tidak bisa empati begitu ya?

Dari tulisan ini, nukilan paling “jleb” seperti kata bahasa gaul sekarang, adalah…

Tapi ternyata cuma tinggal membuang pot saja bisa terus tertunda.

Kemudian yang tak kalah menohok:

Mereka tidak menyerang saya sebetulnya, mereka cuma mempertahankan diri dari perusuh yang akan menghancurkan rumahnya. Pelan-pelan saya merasa, justru sayalah sumber masalahnya dan saya mulai diserang rasa bersalah pada lebah-lebah ini.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)