flixster.com

Jujur, saya kesulitan mencari kata yang pas untuk menggambarkan betapa memuaskannya film ini bagi saya. Bagi kami. Sudah dua minggu lalu kami menontonnya dan tidak berekspektasi apa-apa.

Limitless, sebagaimana judulnya, mengejawantahkan khayalan banyak manusia. Saya sudah tersenyum-senyum melihat karakter penulis yang menjadi tokoh utamanya tertegun lama di depan laptop, kursor berkedip-kedip tanpa kemajuan sekian lama. Saya dan kebanyakan kawan penulis tentu pernah mengangankan bisa menulis berkualitas baik dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Dan itulah yang terjadi setelah Eddie Moora (Bradley Cooper) menelan sebuah pil. Sebentuk obat temuan baru pemberian mantan kakak iparnya.

Mungkin bibit ceritanya biasa, tapi eksplorasi dan eksekusinya membuat kami berdua susah berkedip. Memang ada beberapa adegan yang ‘keras’ namun tak urung saya dan Mas Agus terkikik-kikik karena ‘gilanya’ film ini. Dan yang terang, saya jadi takut menggenjot badan atau berkhayal berlebihan. Segala keterbatasan ada maksudnya, dan itu yang terbaik serta sanggup ditanggung manusia. Demikian pesan Limitless.

Robert de Niro tidak terlalu dominan muncul, namun tak jadi soal.

Skor: 5/5


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

PREVIOUS ARTICLE

2 Responses to “ Limitless (2011) ”

  1. gravatar honeylizious Reply
    December 16th, 2011

    belum nonton, kayaknya bagus nih buat melegakan lelahnya tubuh setelah bekerja 😀

    salam kenal dari Pontianak

    • gravatar admin rinurbad.com Reply
      December 19th, 2011

      Salam kenal, selamat menonton:)

Leave a Reply

  • (not be published)