Kisah Lisey - Lisey's Story

Penulis: Stephen King

Penerjemah: Rosemary Kesauly

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2011

Tebal: 704 halaman

 

Kalimat pembukanya saja sudah memikat:

BAGI publik, para istri penulis terkenal sama sekali tidak penting. Lisey Landon tahu benar itu. Suaminya pernah memenangkan Pulitzer dan National Book Award, tapi Lisey baru pernah diwawancara sekali. (hal. 13)

Saya tidak akan mengulang-ulang pameo membosankan ‘di balik lelaki yang hebat ada wanita yang hebat’ atau kira-kira semacam itu. Tak urung, penokohan novel ini membuat saya mengira Stephen King terinspirasi istrinya, Tabitha, yang juga penulis. Dalam memoarnya, Stephen King On Writing, kalau tak salah dikisahkan bahwa Tabby sangat mendukung kreativitas suami dan mendorong SK menyelesaikan Carrie ketika menemukan naskahnya di tempat sampah. Ternyata dugaan saya itu benar.

Lisey’s Story menegaskan bahwa istri penulis adalah mitra berarti, bukan sekadar bayang-bayang sekalipun profesinya berbeda. Lisey sendiri kerepotan menghadapi para penggemar suaminya setelah sang pengarang, Scott, menghilang. Tidak banyak yang tahu bahwa Scott Landon berkepribadian nyentrik, hal yang banyak orang maklumi sebagai ciri seniman.  Saya tersenyum-senyum oleh olah kata SK, yang diinterpretasikan secara baik oleh penerjemah, seperti istilah ‘bergosip’ yang dianalogikan ‘mengaduk-aduk sampah’.

Sebagaimana yang dipaparkan NYtimes.com, Lisey’s Story adalah eksplorasi ‘gila’ SK dalam berkreasi bahasa. Jika Anda gemar menonton film-film yang diadaptasi dari novel SK, kentara sekali bahwa ia gemar mengobrak-abrik kosakata dan menciptakan istilah baru. Kadang-kadang ia seperti tengah berpuisi sehingga membaca novel ini jauh dari mudah.

Cukup banyak lagu menghiasi novel tebal bergelimang darah ini, salah satunya Too Late to Turn Back Now (Cornelius Brothers dan Sister Rose).

“How many years does it take … before the simple stupid weight of accumulating days finally sucks all the wow out of a marriage? How lucky do you have to be for your love to outrace your time?”

Sumber kutipan

Skor: 3/5

 

 


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)