karya Itsna Hidayatun

Waktu itu, saya sudah tahu bahwa Retno menggarap karya Elizabeth Eulberg lainnya, yakni Prom and Prejudice. Bisa dibilang ini karya terjemahan berbau remaja ‘murni’ yang pertama. Benar-benar kehidupan gadis remaja dengan problematikanya yang khas dan berbau kontemporer (lain dengan Pollyanna Grows Up). Saya salut pada kelihaian penulis menyelami sudut pandang ABG (di sini Penny Lane, karakter sentralnya, masih SMA) dan keseluruhan cerita mengalir bagaikan menonton film komedi romantis yang tentu saja bertemakan remaja.

Elizabeth Eulberg membahas bukunya ini tahun 2009

Sungguh menyegarkan setelah berbulan-bulan menggeluti fantasi waktu itu. Untuk penghayatan, selain membaca dulu buku aslinya sampai tuntas, saya menyimak riset pengarang yang ternyata melibatkan salah satu grup legendaris dunia dan difavoritkan oleh Penny Lane sekeluarga di buku ini: The Beatles. Terantuklah saya pada film ini, yang nahasnya malah membuat saya sedih berhari-hari dan kontradiktif dengan suasana The Lonely Hearts Club yang ceria. Kemuraman itu cair dengan sendirinya ketika saya mulai menerjemahkan ditemani lagu-lagu, yang disebutkan dalam novel ini, kendati liriknya masih menyerempet sedih juga.

Help me get my feet back on the ground…

Alih bahasanya sudah jelas menciptakan tantangan. Salah satu rujukan saya dalam menggarapnya ialah Flipped yang begitu lincah di tangan Sylvia L’Namira. Alhamdulillah setelah dibaca ulang, selain proses proofread dan penyesuaian bagian-bagian tertentu, secara umum terjemahan saya dinilai berterima oleh kedua penyunting.

Berikut salah satu contohnya:

He was a guy.  A guy guy. 

Saya terjemahkan: Ryan itu cowok. Cowok banget. (hal. 25)

Bab-bab ini diberi judul oleh penyunting dengan polesan bahasa gaul masa kini. Misalnya bab tempat kalimat di atas berada, dijuduli Bad Mood Tingkat Dewa.

Kaver dan ilustrasi isi adalah kreasi Itsna Hidayatun, pemilik nama ngetop Miew.

Yang saya sukai dari cerita ini, Penny Lane bukan tipikal stereotipe ‘korban patah hati’ yang minder, kutu buku, harus mengubah penampilan dan sebagainya. Justru ia gadis yang menarik. Di sini penulis seperti berpesan bahwa yang cantik-cantik pun belum tentu ‘lolos’ dari patah hati. Sedangkan karakter favorit saya adalah Tracy, sahabat Penny yang spontan dan tegas.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

12 Responses to “ Lonely Hearts Club, Remaja, dan Beatles ”

  1. gravatar Linda Reply
    February 7th, 2012

    Dulu aku pikir chicklit/teenlit itu ringan n gampang, ternyata malah lbh susah drpd buku serius krn bahasa gaul ‘sono’ yg kadang ga ada padanannya di sini (misalnya “drink the kool-aid”). Apalagi saya bukan termasuk org yg gaul banget. Klo Rini gimana nyiasatinnya wkt menggarap buku ini? 🙂

    • gravatar admin rinurbad.com Reply
      February 7th, 2012

      Jujur kalau bahasa gaul yang ‘sekarang banget’ aku juga keteteran, Lin, semisal ‘kowawa’ yang lagi happening itu. Aku hanya mengamati dari twitter, obrolan teman-teman dan saudara yang masih belia, sebab baca teenlit juga jarang yang supergaul:D
      Alhamdulillah Dila, salah satu penyunting buku ini, memang masih muda dan lebih paham bahasa gaul, maka dialah yang memoles dan membubuhkan kata-kata tersebut. Tentu dengan pertimbangan dan diskusi:)

      • gravatar Linda Reply
        February 7th, 2012

        aku malah ga tau ‘kowawa’ lagi ngetren, atau apa artinya :p

        • gravatar admin rinurbad.com Reply
          February 8th, 2012

          Menurut artikel ini, bisa berarti apa saja, Lin:)

          • gravatar Mery
            February 8th, 2012

            lebih susah lagi buku anak2 mbak linda.
            Karena banyak sekali “pun” yang dipakai… ampe muter-muter otak 😀

            Tapi seru… cuma rambut jadi keriting. Yah, teteh? 😀

          • gravatar admin rinurbad.com
            February 9th, 2012

            Iya Mer, ‘pun’ bikin yang sudah keriting jadi gimbal:))

  2. gravatar nurcha Reply
    February 7th, 2012

    jadi pengen baca juga. hehehe… sekarang sedang “nafsu” beli buku … “nafsu” beli benang jadi berkurang … catat judul … masukin daftar buku yang pengen dibeli. sekarang aku lagi ngumpulin sherlock series … 🙂

    • gravatar admin rinurbad.com Reply
      February 8th, 2012

      Makasih ya, Nur. Mudah-mudahan berkenan:)

  3. gravatar nurcha Reply
    February 7th, 2012

    oh satu lagi, covernya seger banget … jadi bikin pengen minum dingin … hehehe gak nyambung ya…

  4. gravatar Retnadi Reply
    February 7th, 2012

    Wah sama, bab2 prom juga dijuduli dgn bahasa gaul masa kini, kaya: ‘males banget, deh!’ 😀

    Baca postingan ini, jd pingin nulis ttg prom 😀 makasih mb rin. dan oh ya, aku juga gak tahu arti ‘kowawa’ :))

    • gravatar admin rinurbad.com Reply
      February 8th, 2012

      Ditunggu ya, No:)

  5. gravatar Vadia Reply
    October 16th, 2016

    Aku udah baca, seru banget deh:’v sampe kangen baca lagi skarang:’3

Leave a Reply

  • (not be published)