Postingan lama yang saya kais dari arsip sebuah milis, 5 tahun lalu.

I don’t put a gun to anybody’s head and make them shoot.

I admit, the shooting war is better for business,

but I prefer people to fire my guns and miss,

just as long as they keep firing.

Yuri Orlov (Nicolas Cage) sering kali mematikan hati nurani demi
kesuksesan bisnis perdagangan senjata ilegal yang digelutinya. Ia
memakai kekayaan untuk memikat wanita pujaannya sehingga dapat
memanjakan sang istri, di lain pihak diam-diam membeli lukisan Ava
sehingga mantan model yang baru belajar melukis itu mersa sudah
menjadi seniman. Yuri meledakkan mitra bisnisnya dalam mobil, namun
memulangkan adiknya Vitaly (Jared Leto) usai menjalani rehabilitasi
akibat kecanduan kokain yang dijadikan alat pembayaran oleh salah
satu pelanggan mereka.

Ava tahu bahwa suaminya menyembunyikan sesuatu, namun ia berusaha tak
banyak bertanya. Toh Yuri suami dan ayah yang baik. Ia terusik
melihat putra semata wayang mereka, Nikolai, mulai tertarik bermain
tembak-tembakan. Saat agen Jack Valentine (Ethan Hawke) mencoba
menggerakkan hati Ava untuk bekerja sama sambil mengaitkan kematian
tragis orangtuanya di tangan perampok bersenjata ilegal, ia hanya
meminta Yuri berhenti dan beralih ke usaha lain.

Film bermuatan politik ini sangat asyik ditonton. Beberapa adegan
memang kelewat sadis sementara TV menayangkan relatif masih sore.
Salah satu adegan memukau ialah kala Jack membongkar tempat sampah di
rumah Yuri dan menyatukan lembaran-lembaran dokumen yang telah
dicacah sehingga mengungkap sepak terjang pedagang senjata itu. Kerja
keras yang luar biasa.

Tak kalah menarik, ketika Yuri harus mendarat secara darurat di
Afrika. Jack memborgolnya 24 jam dengan alasan, memberi waktu lebih
lama bagi wanita dan anak-anak untuk hidup sebelum menjadi korban
peperangan akibat senjata yang dijual Yuri. Alih-alih memperhatikan
lelaki ini, para penduduk asli malah mengerubungi pesawat kargonya
dan melucutinya.

Hubungan Jack dan Yuri terbilang unik, sementara sang agen berupaya
tanpa henti mencari bukti bahwa si pedagang senjata layak dibui.
Kalimat-kalimat dialog yang tajam menjadikan Lord of War film
berbobot, antara lain:

Nine out of ten war victims today are killed with assault rifles

and small arms.

Like yours. Those nuclear missiles, they’re sitting in their silos.

Your AK-47, that is the real weapon of mass destruction.

[rating=4]


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

PREVIOUS ARTICLE

Leave a Reply

  • (not be published)