Sebenarnya ini termasuk latihan kepekaan dalam penerjemahan juga. Seorang kolega editor menyatakan bahwa seringnya menerjemahkan, yang otomatis membuat otak kita terbiasa dengan buku berbahasa asing, membuat kita mampu menerka kalimat atau kata asli ketika menemukan terjemahan yang janggal. Tentu saja ini sangat membantu dalam pekerjaan menyunting.

Contoh 1

Dia cepat sekali naik darah pada hal-hal kecil.

Yang lebih pas:

Dia cepat sekali naik darah karena hal-hal kecil.

Contoh 2

Dengan semua permen yang kautelan beberapa menit yang lalu, kau tak mungkin lapar!

Yang lebih pas:

Beberapa menit yang lalu kau menelan begitu banyak permen, kau tak mungkin lapar!

atau

Kau sudah menelan banyak permen beberapa menit lalu, kau tak mungkin lapar!

Contoh 3

Aku tak pernah bertemu orang yang sangat takut pada kesunyian.

Tak pernah berkesan sama sekali tidak, padahal saat ini si aku sedang bertemu orang tersebut. Jadi dulu tak pernah, sekaranglah kejadiannya.

Yang lebih pas:

Baru kali ini aku bertemu orang yang sangat takut pada kesunyian.

Contoh 4

Aku tak percaya mereka belum merobohkannya.

I can’t believe di sini adalah ekspresi kegemasan, jadi menurut saya yang lebih pas adalah

Aku heran mereka belum merobohkannya.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)