Saya suka sekali menerjemahkan dan menyunting dialog, rasanya seperti membaca biasa saja (bukan kerja, maksudnya). Sering kali emosi saya ikut larut dalam suasana cerita. Seperti begini:

A: “Look, I know we got off on the wrong foot.”

T: Dengar, aku tahu kita membuat kesan pertama yang buruk.

E: Dengar, aku tahu kesan pertamaku jelek.

 

A: You think?

T: Kaupikir?

E: Begitu, ya?

 

A: It’s nothing personal.

T: Itu bukan pribadi.

E: Tidak kumasukkan ke hati.

 

A: “I’ve never been here for it, but I’m told it’s a big event.”

T: “Aku tidak pernah berada di sini untuk mengunjunginya, tapi tetapi aku diberitahu itu sebuah acara besar.”

E: “Aku tidak pernah mengunjunginya, tapi kudengar itu acara besar.”

 

A: Hold me tighter

T: Pegang aku lebih kencang

E: Pegang aku lebih kuat

 


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)