Dulu, saya sering mengangankan menulis, mengetik, atau berlaptop-ria di alam terbuka. Seorang kenalan pernah bilang, “Percuma punya laptop kalau nggak bisa pindah-pindah.”

Kemudian saya sadar, saya sangat mudah terdistraksi. Adakalanya, menghadap tembok seperti di ruang kerja yang sekarang lebih pas untuk menghimpun konsentrasi.

Beberapa hari yang lalu, kami jalan-jalan ke lereng gunung sebelah atas. Lima tahun berdiam di sini, belum pernah mendatangi tempat wisata yang dikenal para pendaki. Niatnya spontan saja sih, mumpung tidak hujan, mengecek jalan yang katanya sudah diperbaiki betul dengan bantuan dana PNPM.

Di tempat tanpa sinyal ponsel begini, dengan hehijauan yang sedap dipandang mata, mana tega kami kerja?:))

Mas Agus menunjuk sebuah batu besar, meledek saya supaya berpose di sana. Saya jawab, “Ih, nggak mau. Kayak ababil.”:p BTW letak Batu Kuda ini hanya 2 kilometer dari rumah, tapi menilik stamina, saya tetap pilih ke sana naik motor. Baru ke puncak gunungnya jalan kaki, sekitar 3 kilometer.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)