THE-MURDER-OF-KING-TUT-1

 

Seorang editor yang penuh perhatian menyampaikan pada Mbak PIC novel ini bahwa saya menggemari genre thriller dan horor. Barangkali itu pertimbangan saya dipercayakan membaca proof-nya, kendati beberapa editan yang beliau percayakan pun bersentuhan dengan kedua genre “seram” tersebut. Ini pun novel kedua berbau Mesir yang mampir ke meja saya.

Pengalaman proof hasil terjemahan bahasa Inggris ini cukup berbeda. Seperti ketika mem-proof terjemahan Arab dulu, saya tidak memperoleh buku aslinya. Yang dipegang adalah naskah hasil setting. Sepanjang perjalanan saya berdiskusi dengan beberapa kawan proofreader dan editor in house karena tugas ini terbilang “baru”. Sesuai arahan Mbak PIC, saya sanggup menahan gatal menyunting. Lagi pula terjemahannya meluncur mulus. Sang penerjemah adalah Mbak (Ibu?) Julanda Tantani, yang mengalihbahasakan antara lain novel Agatha Christie, Hunter-nya Asa Nonami, dan Double Tap-nya Steve Martini. Jam terbang beliau dalam per-thriller-an sudah tinggi sekali.

Ada fans JP yang “terganggu” dengan kolaborasinya (duet), tapi buat saya tidak jadi soal. Novel ini dianggap nonfiksi karena ada beberapa penggal kehadiran JP di sana, menceritakan proses kreatifnya. Sisipan yang menjadikan TMoKT semakin mengasyikkan. Martin Dugard berangkat ke Mesir untuk riset lebih dalam. Secara keseluruhan, novel dua alur dan dua latar waktu ini (entah apa sebutannya, paralel?) memadukan arkeologi, misteri, dan thriller. Hendak dilabeli genre apa, terserah masing-masing pembaca saja. Ending-nya termasuk jenis yang saya senangi. Silakan intip excerpt dan sinopsisnya di situs web resmi JP.

Pelajaran sebagai korektor mengingatkan saya untuk rajin mencatat. Bagaimanapun proofreader adalah gawang terakhir, sehingga sangat diandalkan dan diharapkan tidak ada yang terlewat. Bukan hanya berteman KBBI cetak dan panduan selingkung (menurut informasi Dita, KBBI offline mengacu ke versi 3 saja), tetapi juga memeriksa konsistensi nama dan penulisan judul bab. Saya juga diajari Mas Agus membubuhkan tanda centang di samping baris kalimat yang dikoreksi untuk memudahkan pengecekan ulang.

 


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)