Sebenarnya ini bukan pengalaman perdana. Mungkin karena beda selingkung, di naskah terjemahan bertebaranlah elipsis yang didahului spasi, padahal penerbitnya menganut elipsis tanpa spasi. Bingung membayangkannya? Begini:

“Aku pikir-pikir dulu …”

Seharusnya

“Aku pikir-pikir dulu…”

Kali ini saya merasa perlu cari tahu teknik Word-nya, karena naskah sangat tebal mencapai 500 halaman. Pakai Find dan langsung ketik “…”, nihil. Akhirnya saya googling walau pusing juga mencari kata kunci yang pas, yang ternyata “Can’t search for three dots in word.” Padahal sebelumnya, saya googling dulu “punctuation” karena tidak tahu apa bahasa Inggrisnya titik tiga (elipsis).

Terkuaklah tips ini. Di sana kasusnya Mac, sedangkan laptop saya masih berjendela alias Windows, jadi saya pakai kode yang di atas saja di Find (^0133). Juga tidak saya Replace All, daan… sukses!!

Rupanya masih banyak sekali yang belum saya ketahui tentang Word.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)