Menulis pendek itu sulit. Bahkan relatif lebih sulit ketimbang yang panjang. Saya merasakan itu tatkala berkecimpung dalam bidang copywriting dan web content writing, utamanya semasa ngantor.

Ternyata itu berlaku dalam promosi secara umum, termasuk karya terjemahan dan suntingan sendiri. Tidak salah memang menggunakan kalimat biasa seperti, “Akan terbit tanggal sekian…” atau “Segera terbit: judul dan seterusnya…” Namun di media sosial berhamburan judul buku baru, baik yang terjemahan maupun lokal. Genrenya tak terhitung, penulis baru pun bertambah terus. Ibarat etalase dan rak di toko buku, diperlukan teknik khusus untuk merebut perhatian pengguna internet supaya karya kita dilirik.

Sedari dulu rumus yang berlaku di dunia maya adalah sesingkat mungkin, mengingat umumnya pengguna internet hanya scanning atau skimming ketika membaca. Agar tidak kalah dengan bahasa visual, perlu digali kekuatan tertentu dalam kata-kata. Untungnya, Facebook mengandung kelebihan ruang yang lebih panjang. Tetap saja, kita harus pandai memilih kata selain waktu yang pas untuk posting bersifat promosi.

Jika terjemahan atau editan kita berupa buku seri, relatif lebih mudah. Pede saja bahwa pembaca setianya ada dan aktif pula menyerap informasi di internet. Misalnya untuk mempromosikan buku terakhir seri Huxtable, saya menganggap pembaca sudah kenal tokoh-tokohnya. Dipilihlah kalimat “Para sepupu sudah bertemu jodoh. Kini giliran Constantine.”

Apa yang kita sukai dan nikmati semasa penggarapan juga dapat menjadi bahan andalan untuk diolah menjadi kalimat promosi. Contohnya, “Kate mengajak cucunya berpetualang lagi. Kali ini ke Afrika. Apa yang mereka temui di sana?” atau “Fantasi remaja ini berbau thriller.” Bisa juga memakai kutipan salah satu bab atau halaman yang membetot perhatian. Semisal dari The Wind in The Willows, “Lagi pula, yang membuat liburan jadi menyenangkan bukanlah banyak istirahat, melainkan melihat makhluk-makhluk lain sibuk bekerja.”

Bila ruangnya memungkinkan, padukan dengan foto cover buku bersangkutan. Memakai smartphone? Manfaatkan aplikasi teks dengan warna-warni cantik untuk memposting kutipan dari buku tadi. Upload di Instagram, Pinterest, Tumblr, atau media sosial lainnya. Memang bisa saja tertumpuk atau tergeser postingan orang lain, tapi yang penting usaha:)

 


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

2 Responses to “ Mempromosikan Karya dengan Copywriting Sederhana ”

  1. gravatar SP Reply
    September 20th, 2013

    Lihat foto2 ini bisa jadi patokan, mana buku yg mau diminta bukti terbitnya. Suka lupa.. hihi :p

    • gravatar Rini Nurul Reply
      September 20th, 2013

      Hahaha, syukurlah foto itu ada gunanya.

Leave a Reply

  • (not be published)