10dongengfantasi

Sungguh menyenangkan dapat “kembali ke jalan lurus”. Itu istilah Mas Agus untuk pekerjaan yang benar-benar sesuai dengan latar belakang akademis kami. Berkenalan dengan relasi baru (dalam hal ini tim editor Bhuana Ilmu Populer) bukan hanya menambah luas jejaring, namun juga memperkaya pengalaman, belajar selingkung, dan prosedur yang “baru” pula.

Setelah menyepakati deadline sekitar tiga minggu, saya dikirimi buku asli berikut berkas-berkas sesuai ketentuan. Dipinjami buku asli adalah impian hampir semua penerjemah, walau bonusnya jadi ekstra hati-hati agar halaman tidak lecet, terlipat, dan banyak lagi:D Paketnya datang berupa boardbook ukuran besar dan dilapisi bubble wrap. Cantik sekali ^_^

Usai menikmati warna-warni cantik buku karya kolaborasi (antara lain) Christian Oster dan Marianne Dupuy-Sauze ini, sadarlah saya… ceritanya penuh rima! Setelah berkonsultasi dengan Mbak Editor, alhamdulillah beliau tidak mewajibkan saya patuh rima seratus persen. “Terima kasih atas usahanya,” kata beliau. Benar-benar tidak mudah menerjemahkan rima sambil berusaha tidak kelewat berkhianat dari teks aslinya. Apalagi ada gambar, jangan sampai apa yang saya tulis tidak ada dalam gambar di dekatnya.

Ini penggalan salah satu puisi hasil terjemahan saya sebelum disentuh editor:

 

Ah! Kurcaci malang

Menabrak palang

Dia tersandung batu

Menabrak pohon di situ

Ternyata yang lebih menantang bukan puisi dan rima, melainkan sisipan aktivitasnya. Harus saya akui, anak-anak suka sekali buku yang memancing mereka berkegiatan. Saya saja yang semasa kecil tidak suka keterampilan dan kerajinan tangan. Di bagian kerajinan tangan itulah saya bolak-balik ke berbagai web dan blog mengenai bidang serupa untuk mencocokkan istilah. Setelah itu saya bacakan keras-keras pada Mas Agus, sang dokter mata itik (menurutnya sendiri), agar tahu seketika jika ada yang keliru atau janggal.

Mengenai harga 10 Dongeng Fantasi, sepadan sekali karena cover dan segala sesuatunya dari buku asli (beli hak ciptanya).


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

3 Responses to “ Menerjemahkan Fiksi Anak Prancis (Di Balik “10 Dongeng Fantasi)” ”

  1. gravatar Dini Reply
    December 22nd, 2015

    Assalamualaikum
    Salam kenal mba
    Saya tertarik untuk menjadi penerjemah/penulis cerita anak.Cara ‘àpply’ke penerbitnya gimana ya mba?
    Terimakasih

    • gravatar Rini Nurul Reply
      December 23rd, 2015

      Mbak, silakan baca tulisan Femmy Syahrani ini

  2. gravatar widya Reply
    March 12th, 2016

    assalamualaikum bu, saya mahasiswa semester akhir yang sedang mencari referensi dongeng online, apakah ibu mempunyai link website untuk dongeng berbahasa prancis?
    terimakasih bu

Leave a Reply

  • (not be published)