Di samping bergenre dan membidik sasaran pembaca remaja, kelugasan bahasa (dalam konteks ini) disebabkan karakter cerita yang maskulin dan berkarakter utama remaja pria.

Kalimat sumber

“Care to lend a hand?” Nick inquired without much hope.
“No, I’m too busy cooking,” Alan said. “You do the heavy lifting around here. I’m more the sensitive intellectual type.”
Nick raised his eyebrows. “Oh, get in the kitchen and bake me a pie, woman.”

Saya terjemahkan sbb:

“Mau membantu?” Nick bertanya meski tak terlalu berharap.

“Tidak, aku sibuk memasak,” Alan menjawab. “Tugas-tugas berat adalah urusanmu di sini. Aku tipe intelek yang lebih peka.”

Nick mengangkat alis. “Oh, ke dapur saja dan buatkan aku pai, Nona.”

 

Kalimat sumber

“If we start selling my body to rich old ladies now,” Nick said, “can I quit school?”
“No,” Alan answered with a sidelong smile, warm as a whispered secret. “You’ll be glad you finished school one day. Aristotle said education is bitter, but its fruits are sweet.”
Nick rolled his eyes. “Aristotle can bite me.”

Saya terjemahkan sbb:

“Kalau kita mulai menjual diri pada wanita-wanita tua kaya sekarang,” Nick menimpali, “bolehkah aku berhenti sekolah?”

“Tidak,” Alan tersenyum samar, sehangat bisikan rahasia. “Kelak kau akan senang karena tamat sekolah. Aristoteles bilang pendidikan itu pahit, tapi buahnya manis.”

Nick memutar bola matanya. “Persetan dengan Aristoteles.”


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

2 Responses to “ Menerjemahkan Fiksi Remaja yang Lugas ”

    • gravatar admin rinurbad.com Reply
      January 18th, 2012

      Makasih masukannya, Fem. Kuterjemahkan begitu karena kukira ada kaitannya dengan rasa manis pendidikan di kalimat sebelumnya:)

Leave a Reply

  • (not be published)