A: I’m sorry that you have to sit here today writing about me as a painful memory.

T: Aku prihatin kau harus duduk di sini hari ini menulis tentangku sebagai kenangan menyakitkan.

 

A: I’m sorry I ever met you.

T: Aku menyesal bertemu denganmu.

 

A: I’m sorry I ain’t been spendin’ enough time with you

T: Maaf, aku jarang bersamamu.

 

A: I’m sorry for you, buddy. Ooh Lord, your woman don’t want you no more.”

T: “Aku ikut sedih, Kawan. Ooh ya ampun, pacarmu tak menginginkanmu lagi.”


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)