Kalimat-kalimat ini biasanya muncul di novel thriller psikologis atau drama satir yang muram.

Contoh I

 

[sws_yellow_box box_size=”100″] IT WAS MISERABLE, wet-bone March and I was lying in bed thinking about killing myself, a hobby of mine. Indulgent afternoon daydreaming: A shotgun, my mouth, a bang and my head jerking once, twice, blood on the wall. Spatter, splatter. [/sws_yellow_box]

 

[sws_red_box box_size=”100″] Bulan Maret yang sungguh mengenaskan, menusuk tulang dan aku berbaring di tempat tidur sambil berpikir untuk bunuh diri, yang merupakan hobiku. Hamburan lamunan siang hari: sepucuk pistol, mulutku, sekali tembak dan kepalaku tersentak sekali, dua kali, darah berlumuran di dinding. Muncrat, ceprot. [/sws_red_box]

 

Contoh II

[sws_yellow_box box_size=”100″] Finally, finally, finally I pulled myself out of bed with a stage-effect groan and wandered to the front of my house. [/sws_yellow_box]

 

[sws_red_box box_size=”100″] Akhirnya, akhirnya, akhirnya kuseret diriku turun dari ranjang dengan erangan bergaya artis panggung lalu berjalan ke depan rumah. [/sws_red_box]

 

Contoh III

[sws_yellow_box box_size=”100″] There are three girls and a boy, all with a fondness for bright red jackets—and when I don’t see them, when I oversleep, I actually feel blue. Bluer. That’d be the word my mom would use, not something as dramatic as de¬pressed. I’ve had the blues for twenty-four years. [/sws_yellow_box]

 

[sws_red_box box_size=”100″] Ada tiga anak perempuan dan seorang anak lelaki, semuanya sangat menyukai jaket merah cerah—dan bila tidak melihat mereka, jika aku tertidur, aku merasa amat sedih. Lebih sedih. Itulah kata yang digunakan ibuku, bukan sesuatu yang dramatis seperti depresi. Aku sudah bersedih selama dua puluh empat tahun. [/sws_red_box]

 

Contoh IV

[sws_yellow_box box_size=”100″] If you were chopping up hookers or eating you’d try to look normal. [/sws_yellow_box]

 

[sws_red_box box_size=”100″] Bila seseorang memutilasi pelacur atau memangsa orang yang melarikan diri, ia akan berusaha terlihat normal. [/sws_red_box]

 

Contoh V

[sws_yellow_box box_size=”100″] I don’t eat meat, really, not since seeing my family sliced open [/sws_yellow_box]

[sws_red_box box_size=”100″] Aku tidak makan daging, sungguh, tidak sejak melihat keluargaku disembelih [/sws_red_box]


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

One Response to “ Menerjemahkan Kalimat Depresif ”

  1. gravatar Gunawan Ismail Reply
    October 20th, 2013

    Perbendaharaan kata semakin banyak, begitu pula idiom dan ungkapan

Leave a Reply

  • (not be published)