tentangbgm

Di berbagai situs perbukuan asing, yang lebih populer adalah versi Inggrisnya yakni Book of Why.

Buku anak adalah cinta pertama saya, apalagi ini nonfiksi dan berbahasa Prancis. Bermula dari informasi editor Penerbit Elexmedia di milis Bahtera tiga tahun lalu, saya mengikuti tes untuk menerjemahkan buku anak berbahasa Prancis sesuai lowongan yang disampaikan. Dalam e-mail, saya jujur tengah menghadapi tenggat sampai tanggal tertentu.

Tesnya sedikit sekali dibanding yang umum saya tempuh. Di bawah ini petikannya:

testyas

Mbak Editor menghubungi saya kembali dua bulan kemudian diawali sapaan, “Jadwalnya sudah berkurang belum?” Sependek ingatan saya, saat itu bulan Ramadhan. Saya menerima tugas menerjemahkan buku ini selama kira-kira tiga minggu dengan pertimbangan gambar relatif mendominasi dan jadwal terbit yang mendesak.

Semasa kuliah, saya sudah diperkenalkan akan dekatnya karya orang Prancis dengan filsafat dan teman-temannya. Ternyata salah satu penulis buku ini, Martine Laffon, adalah doktor filsafat. Tidak mengherankan pengalaman menerjemahkan Le Livre des Comment jadi sangat unik dari segi rasa dan riset dibandingkan buku-buku Prancis lain yang pernah saya sentuh, misalnya tema sains. Sepanjang menggarapnya, tidak jarang saya geli sendiri karena pertanyaan-pertanyaan yang mungkin pernah terlintas di benak sedari kecil sampai dewasa.

Berikut sinopsis hasil terjemahan saya:

Dengan tujuh puluh satu jawaban untuk pertanyaan serius atau bercanda, Hortense de Chabaneix dan Martine Laffon membahas hewan, perasaan, kehidupan bersama, seni dan teknik, dalam uraian yang sering kali jenaka dan selalu tepat. Untuk menemukan kegembiraan setiap hari, sebagai panduan pribadi… atau keluarga!

Penerbit menyederhanakannya sbb:

Buku ini berupa tanya jawab yang menjelaskan banyak hal atau fakta-fakta penting yang perlu diketahui oleh anak-anak. Baik mengenai hewan, kehidupan sehari-hari, kesehatan, pendidikan dan sebagainya.

Di antara beberapa pertanyaan filosofis dalam buku ini, ada yang berbunyi “Bagaimana mengetahui bahwa kita bahagia?” “Bagaimana cara menghadapi kekerasan?” “Bagaimana supaya dianggap hebat?” sampai “Bagaimana cara hidup dengan orangtua tunggal?” dan “Apa itu berhasil dalam hidup?”. Pertanyaan lain juga ada, semisal tentang cara ikan tidur, menjelaskan pada keluarga bahwa kamar adalah tempat pribadi, agar diterima dalam kelompok, dan penyebab ulat kelap-kelip menyala. Tak ayal, saya merenung di bagian tertentu seperti ini (terjemahan saya sebelum disunting):

Bagaimana memberitahu orangtuaku bahwa aku takut jika mereka meneriakiku?

Salah satu jawabannya:

[sws_blockquote_endquote align=”left” cite=”” quotestyle=”style01″] Kadang-kadang orangtua meneriaki anak mereka karena khawatir atau tidak bermaksud apa-apa. Mereka berteriak secara spontan. Teriakan merupakan dorongan emosi karena memikirkan masalah pekerjaan, uang, atau kesehatan. [/sws_blockquote_endquote]

Buku yang dihiasi ilustrasi Jacques Azam ini membuktikan pada saya bahwa gambar memang penting, tapi tidak melulu jadi faktor nomor satu dalam bacaan anak.

 


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)