Alih budaya adalah unsur penerjemahan yang cukup memeras otak. Harus saya akui, karena banyaknya komentar bernada protes dari pembaca, saya jadi “ngeri” menerjemahkan ungkapan “apa adanya”. Padahal itu tidak berarti salah, semuanya kembali ke konteks. Seperti di buku Seri Mengapa… (aslinya Dis Pourquoi?) yang saya sunting.

Tidak terlalu sulit untuk “setia” pada kalimat asli sewaktu bertemu ungkapan “rabun seperti tikus tanah”, “ingatan setajam gajah”, “seperti lidah ular berbisa”, atau “air mata buaya”. Namun saya tertegun ketika ada kalimat “ada belut di balik batu” (Il y a l’anguille sous roche). Setahu saya, belut bersembunyi di lumpur. Tapi itu kan di sini. Sedangkan udang memang hobi ngumpet di balik batu, seandainya yang ada batu.

Tanpa repot-repot nyebur ke Google untuk mencari etimologi, justru dalam teks lanjutannyalah hal itu dijelaskan. Jadi saya tidak bisa mengganti belut dengan udang hanya karena lebih familier di Indonesia, sebab yang dibahas benar-benar belut. Gambar penyerta teksnya pun demikian (setidaknya bukan udang).

Ada pula etimologi ungkapan “ada kucing dalam tenggorokannya”. Karena alasan yang sama, kucing tidak dapat diganti “kodok” selazimnya yang saya dengar dari iklan obat batuk (“Ma, suaraku serak seperti kodok”).

Intinya, rata-rata ungkapan dalam buku ini bukan bermakna kiasan. Contohnya “dingin seperti itik” dan “sejelek kutu”. Tidak tega juga sih, meskipun saya pernah disedot kutu dari sana-sini sampai saya sebut vampir:p

Walau ada topik pinggang ramping tawon, saya tidak penasaran. Tepatnya tidak perlu penasaran, sebab suatu waktu ketika menyunting buku ini, saya kena sengat tawon atau lebah (tidak ingat betul bentuknya) sampai tangan bengkak dan harus diistirahatkan sehari penuh.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)