… alias bluetooth. Entah kenapa, perangkat internal itu di Ceri (laptop saya) tidak bisa dioprek. Sekali waktu bisa digunakan, bahkan pairing dengan ponsel berkali-kali, namun setelah OS di-install ulang dan kalau tidak salah, format ulang juga. Sekian lama tidak dipakai, pairing gagal walaupun saya menggunakan passkey yang sama. Sudah googling cari cara mengubah passkey itu secara manual, tidak ketemu. Jadilah si gigi biru ini nganggur dan saya harus lebih repot memakai kabel data guna memindahkan beberapa data (biasanya foto) dari ponsel ke harddisk.

Penggunaan kabel data, yang relatif simpel dan sekalian bisa charge baterai itu, mulai terasa repot ketika port USB Ceri dipakai semua. Seperti foto di atas, saya melengkapi Ceri dengan sepasang speaker karena suaranya kurang mantap ketika nonton film atau dengar musik. Agar tetangga tidak terganggu saat saya kerja malam, pakai headset yang juga dicolok ke USB meski tidak boleh lama-lama supaya tidak gampang pusing.

Di toko tempat beli pernak-pernik ini, saya menemukan bluetooth dongle seharga 17.500 perak saja! Serasa prestasi tersendiri, mengingat beberapa tahun ke belakang ada yang bilang harganya seratus ribuan. Waktu itu kami tidak bisa kirim e-mail karena pesawat telepon rusak (masih pakai dial-up) lalu dikomentari, “Makanya pake bluetooth dong, gaptek amat sih.” Kami nyengir saja. Ada sisi negatif tersendiri dengan “membuka” gigi biru ini, antara lain mudah kesusupan virus.

Sudah siap-siap pasrah dengan kualitasnya, ternyata benda mungil oranye ini lancar. Saya klak-klik, sukses pairing sebab passkey bisa diganti sendiri. Hanya saja keanehannya, tidak bisa di-eject atau di-remove lewat metode sama dengan flashdisk, modem, atau lainnya. Semoga sehat-sehat saja, sebab modem CDMA saya juga begitu. Pairing sukses, cara transfer data tinggal klik kanan – Receive File – dan… hanya bisa satu per pengiriman. Tak apalah, namanya juga benda minimalis:D

Serunya lagi, semalam saya berhasil online dengan modem ponsel melalui gigi biru ini. Tidak terlalu lancar memang, karena faktor lain. Tapi saya senang bisa memaksimalkan benda tersebut:)


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)