Jangan tanya saya kenapa spasi bisa berlebih di suatu naskah, apalagi sampai berulang kali. Saya sudah angkat tangan menduga-duga penyebabnya. Yang terang, kelebihan spasi ini membuat teks tak enak dilihat, mempertebal halaman, dan menimbulkan biaya yang tidak perlu (baca: kelebihan honor jika dihitung per karakter).

Masalah timbul ketika saya mencoba mengedit satu demi satu dengan Ctrl+F seperti biasa, tapi anehnya yang ditemukan hanya satu. Setelah itu, mogok. Googling punya googling, saya sampai di halaman ini.

Saya tidak praktikkan dengan Replace All, karena tahu risikonya. Lebih baik satu demi satu saja, sekalian mencatat koreksian lain sambil jalan. Jadi saya pakai Ctrl+F berikut Wildcard dengan rumus yang diajarkan di halaman web tadi.

Baru deh, saya paham fungsi Wildcard:p

Info terbaru 25 Maret 2017:

Ada cara yang lebih cepat dan praktis di blog ini. Yang saya coba adalah langkah kedua, menggunakan koma.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)