all I ever

[sws_blockquote_endquote align=”” cite=”” quotestyle=”style02″] Saudara ayah, Remy, meninggal dalam kecelakaan mobil ketika berumur dua puluh dan dari sedikit cerita Dad kusimpulkan Remy-lah putra yang ideal bagi Noah: keras, pendiam, dan bertangan terampil. Sedangkan selama hidup Dad beramah-tamah dengan orang-orang sebagai penjual obat. Selain itu, tentu saja, ada perceraian orangtuaku. Noah, yang memuja nenekku dan merawatnya sepanjang kanker pankreas yang mengerikan, sangat tidak menyetujui perceraian itu. [/sws_blockquote_endquote]

Mengapa saya sebut mengintip? Editornya terlalu cepat move on, jadi sudah lupa begini-begitunya novel caem ini. Salah satu harlequin yang tidak biasa dan termasuk favorit saya.

Alkisah, kami sama-sama dapat tugas menyunting karya Kristan Higgins. Kalau tidak salah, Mas Agus menggarap duluan karena saya masih ada PR lain. Untuk menyelami gaya tutur penulis, saya nebeng baca dari mejanya… dan malah ketagihan. Semula membaca beberapa kalimat familier yang pernah muncul dalam diskusi di YM, lalu tanya Nui, “Terjemahanmu yang judulnya ini ya?” Maka terjadilah kolaborasi Mas Agus dan Nui untuk kesekian kalinya:D

Satu titik awal yang langsung merebut perhatian saya: Callie, tokoh sentralnya, berusia 30 tahun. Lebih mudah menghayati penokohannya, tentu. Sedari bab pertama, terasa sekali bahwa novel ini ibarat film komedi romantis yang ditulis sangat lincah. Serta-merta saya membayangkan Mark diperankan oleh Mark Ruffalo.

Karena Callie berambut merah (rasanya), saya bayangkan dia diperankan Katherine Heigl. Sedangkan Ian yang berdarah Irlandia oleh… Michael Fassbender mungkin? Tapi yang terpenting, saya hanyut dalam cerita Callie yang bikin tergelak-gelak dan tidak jarang, mengharukan. Antara lain ihwal anak angkat yang mengalami krisis identitas saat menginjak masa remaja dan mencari sosok ayah, padahal ibunya belum mau menikah. Kemudian ini yang membuat saya terpaku:

[sws_blockquote_endquote align=”” cite=”” quotestyle=”style03″] “Kau mau kursi itu sebagai kado?” tanya Mr. Morelock. Mataku langsung basah, dan aku menunduk memandang pangkuanku sambil mengangguk, tak sanggup bicara. Kemudian Noah mengangkatku dan memberikan kecupan berbulu, menyuruhku jangan cengeng, dan bertanya apakah aku sudah mengucapkan terima kasih kepada Mr. Morelock? Kuseka mata dan kulakukan perintahnya. [/sws_blockquote_endquote]

[sws_blockquote_endquote align=”” cite=”” quotestyle=”style03″]David Morelock meninggal minggu itu juga. Entah mengapa, kematiannya mengguncangku… rasanya seperti kehilangan Sinterklas atau semacam itu, lagi pula aku masih kecil. Noah bilang kursiku buatan Mr. Morelock yang terakhir, dan lebih istimewa serta bernilai dibandingkan apa pun. [/sws_blockquote_endquote]

Noah, kakek Callie, adalah karakter favorit saya. Dia keras, suka berlelucon sinis, menyimpan banyak kekecewaan, tapi jenaka dan penuh kasih sayang. Bukan berarti karakter dan subplot lainnya tidak memikat. Keluarga Callie memiliki usaha rumah pemakaman, kakaknya dokter spesialis kesuburan, bahkan bibi Ian yang muncul sekilas dengan pernyataan terang-terangannya membuat saya betah membaca. Ini masih diracik dengan konflik di kantor yang mampu menyaingi adegan kesukaan saya di Bridget Jones Diary😀

Kami sepakat bahwa ini karya terjemahan Nui yang terbaik. Semoga ke depannya kami bertemu dengan novel-novel Kristan Higgins lagi.

 


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

2 Responses to “ Mengintip “All I Ever Wanted” ”

  1. gravatar Aini Reply
    November 7th, 2013

    Ehehehe… ehehehe… jadi pingin tersipu malu 😛

    • gravatar Rini Nurul Reply
      November 8th, 2013

      Hehehe… semangat:D

Leave a Reply

  • (not be published)