Tahun ini, suami menjajaki secara tak sengaja suatu varian karier yang masih ada hubungannya dengan kegiatan kami selama ini. Seperti saya yang sekali-sekali menjadi penerjemah tulisan tangan, kali ini fokus kerja suami berkembang menjadi juru ringkas lisan.

Ini sangat berbeda dengan juru bahasa. Sifat pekerjaannya personal, dalam arti menangani satu klien dan hampir mirip mengajar. Ada relasi yang sangat sibuk dan tidak sempat membaca buku serta berbagai materi lain untuk kepentingan penelitian atau apa pun yang berkaitan dengan profesi beliau. Maka suami diserahi buku-buku tadi, kemudian menceritakan kembali disertai menjelaskan secara lisan kepada klien tersebut.

Ini mengingatkan saya pada pelajaran bahasa Indonesia semasa SD dan SMP yang kerap menitikberatkan “ceritakan kembali dengan kata-katamu sendiri”. Juga mata kuliah Resumé yang hampir serupa, menyampaikan ulang secara lisan. Ternyata di sinilah manfaatnya. Sebutan suami, “ekonomi kreatif yang tidak muluk-muluk”.

Tantangannya adalah berkomunikasi lisan tadi. Selaku mantan pemain teater, suami lebih menguasai teknik bernapas dan mengatur suara agar pengucapannya jelas lagi mudah ditangkap klien. Selain itu, juru ringkas buku juga mesti sabar menanggapi pertanyaan, mengulangi penjelasan bila perlu, dan sedapat mungkin menghindarkan kebosanan klien selaku pendengar.

Kegiatan ini bisa dikatakan tidak asing buat suami. Dalam skala yang berbeda, saya kerap meminta suami menjadi mitra penjelas (kedengarannya seperti kata keterangan dalam linguistik, ya?) saat menghadapi materi terjemahan dan editan tertentu. Katakanlah yang berbau sains murni, filsafat murni, politik, ekonomi, sampai fisika, kimia (kalau beliau ingat sih), dan biologi. Dibarengi sodokan canda, “Lha, kamu kan anak IPA dulu.”


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)