Saya baru menerima bukti terbit Playing ‘God’ dengan selamat, dan langsung terharu membaca Persembahan (hal. 7). Atau tepatnya tertohok:D

Kalau aku persembahkan pada orang-orang yang sangat aku hormati dan cintai, belum tentu juga buku ini merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi mereka. Aku tidak berwenang untuk menilai seberapa berharganya buku ini.

Seperti kata Pak Hernowo, Dr. Rully Roesli adalah sosok yang unik. Saya tersenyum-senyum membaca alinea akhir profil beliau:

Untuk melepaskan stres, kadang-kadang RMAR menyanyi, meski hanya di kalangan terbatas, karena takut yang mendengar nyanyiannya menjadi stres. (hal. 198)

 

Salah satu yang menggetarkan:

Aku tidak bisa melupakan pengalamanku dengan sejawatku, dr. Purwa. Ketika itu beliau sedang bertugas jaga di ruang intensif rumah sakit. Suatu sore, menjelang Maghrib, beliau meneleponku. “Ini ada pasien dalam keadaan kritis di ruang intensif, dengan gangguan jantung dan ginjal. Tampaknya perlu dilakukan cuci darah.” Lalu aku meminta dilakukan beberapa pemeriksaan penunjang dan berjanji datang sehabis Maghrib. Aku telepon perawatku dan memberikan instruksi untuk mempersiapkan tindakan cuci darah. Sehabis Maghrib, seorang sejawat lain-ahli jantung- menelpon dan berkata singkat, “Sudah meninggal.”

Aku berpikir pasien yang dalam keadaan kritis tadi sudah meninggal. Aku menjawab, “Tolong beritahu perawatku untuk membatalkan tindakan cuci darah.”

“Bukan pasiennya yang meninggal tapi dr. Purwa,” tegas sejawatku.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

2 Responses to “ Menukil ‘Playing ‘God” ”

  1. gravatar Nunik Reply
    February 20th, 2012

    Kalau aku persembahkan pada orang-orang yang sangat aku hormati dan cintai, belum tentu juga buku ini merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi mereka.>>> bener juga ya. Jadi malu, deh, selama ini mempersembahkan buku untuk seseorang, tapi orangnya gak pernah baca karena memang gak hobi baca :)) :))

    • gravatar admin rinurbad.com Reply
      February 20th, 2012

      Persis, Nik:))

Leave a Reply

  • (not be published)