bumiku3

Saya belajar dari editor buku Bumiku Masa Depanku, Mas D. Kurniawan, mengenai peringkasan kalimat. Buku ini diperuntukkan anak-anak di negara aslinya, tapi materi tersebut masih kelewat berat untuk anak usia sebaya di Indonesia. Ada yang dipotong, sebagian dibuang, dan ada yang disederhanakan agar lebih ringan.

Berikut beberapa contoh:

[sws_blue_box box_size=”100″] Sepanjang lima puluhan tahun terakhir, dan sering kali tanpa pengganti, ribuan spesies punah. [/sws_blue_box]

Hasil edit

[sws_green_box box_size=”100″] Sepanjang lima puluh tahun terakhir dan sering kali tanpa pengganti, ribuan spesies punah. [/sws_green_box]

Dari editor senior di penerbit lain, saya juga diajari bahwa menghilangkan koma dapat mengubah kesan kalimat yang berat.

 

Terjemahan

[sws_blue_box box_size=”100″] Pertumbuhan demografi dan cara hidup memicu peningkatan kebutuhan akan makanan, kayu bakar, serat dan energi yang dapat dipenuhi dengan banyak cara yang lebih aman, ekologis dan tahan lama. [/sws_blue_box]

 

Hasil edit

[sws_green_box box_size=”100″] Pertumbuhan penduduk dan perubahan cara hidup memicu peningkatan kebutuhan pangan, kayu bakar, serat dan energi. Kebutuhan-kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan berbagai cara yang lebih aman, ekologis dan tahan lama. [/sws_green_box]

 

Terjemahan

[sws_blue_box box_size=”100″] dari hampir 250.000 varietas tumbuhan yang cocok untuk dibudidayakan, sekarang yang ditanam hanya sekitar 7000. [/sws_blue_box]

 

Hasil edit

[sws_green_box box_size=”100″] dari sekitar 250.000 varietas tumbuhan yang cocok untuk dibudidayakan saat ini, hanya sekitar 7.000 varietas yang ditanam. [/sws_green_box]

 

 

Terjemahan

[sws_blue_box box_size=”100″] Akibatnya, juga karena pengaruh dosis pestisida yang digunakan, satwa mati dan punah karena tidak menemukan lagi makanan yang sesuai. [/sws_blue_box]

 

Hasil edit

[sws_green_box box_size=”100″] Akibatnya, satwa mati dan punah karena tidak menemukan lagi makanan yang sesuai, juga karena pengaruh dosis pestisida yang digunakan. [/sws_green_box]


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)