Saya tidak merasa perlu menutupi kelemahan fitur Word satu ini. Kalau lupa menghapus, bisa saja terjadi ‘kekacauan’ saat sedang mengerjakan proyek non terjemahan atau buku yang berbeda. Misalnya ketika mengetik ‘Mrs’ yang maksudnya ‘Mistress’, tahu-tahu yang muncul ‘Moresco’, jejak pekerjaan sebelumnya.

Faktor manusia pun tak terelakkan. Saya sudah memasukkan ‘phl’ untuk Philip, contohnya. Namun ketika ngantuk, saya mengetik ‘phk’, jaditidak keluar:D.

Tapi sekarang saya tengah menikmati manfaatnya, antara lain dikarenakan buku berlatar kota yang sama. Saya masih ingat ‘lnd’ jadi ‘London’. Kemudian di buku sebelumnya ada karakter bernama Alice, ternyata di buku yang sekarang juga ada. Tinggal ketik ‘alc’, muncullah nama itu. Jadi saya bersyukur tidak rajin-rajin menghapus Autocorrect tersebut.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

3 Responses to “ Menyenangkannya Auto Correct ”

  1. gravatar Femmy Reply
    December 11th, 2011

    Saya juga mengalami hal yang sama 🙂 sampai suamiku mengusulkan untuk menambahkan huruf q untuk setiap entri AutoCorrect. Misalnya, ql untuk London, dan qmn untuk Mr. Norrel. Setelah setiap buku selesai dikerjakan, menghapus entrinya pun mudah, tinggal lihat daftar entri yang berawalan q, tidak perlu berburu entri yang tersebar lagi.

  2. gravatar Femmy Reply
    December 11th, 2011

    Lupa menambahkan. Tujuan menambahkan huruf q itu tentunya untuk menghindari kemiripan entri AutoCorrect dengan kata biasa, seperti kasus Mrs itu.

    • gravatar admin rinurbad.com Reply
      December 11th, 2011

      Betul juga. Berarti dengan X juga bisa ya, Fem, karena jarang ada kata didahului X.
      Terima kasih masukannya:)

Leave a Reply

  • (not be published)