gorila

Seorang teman yang melihat sebagian langkah kerja saya ketika menyunting ini berkomentar, “Untung aku garapnya fiksi ya, Rin. Nggak terlalu pusing.” Saya senyum-senyum saja, karena meniatkan kerja untuk “cari mudah” bisa dikatakan mustahil. Katanya sekali-sekali perlu menantang adrenalin, asal tidak sampai sakit lambung saja:p

Proses menggarap buku seri memang panjang, dan lebih terasa ketika terlibat dalam penyuntingannya. Topik buku kedua ini memang lain daripada buku pertamanya, namun dari segi selingkung tentu perlu diseragamkan. Ketika sudah di tengah jalan dan saya dapat koreksian buku yang lalu, pemeriksaan saya ulangi. Tidak mengherankan apabila berkas kerja buku karya Eric Mathivet ini lumayan banyak, seperti di foto berikut.

20150310_094127

 

  1. Fotokopi sebagian buku asli, supaya dapat saya coret-coret dan buku aslinya tidak melengkung atau rusak karena dibuka-buka terus.
  2. Printout hasil edit untuk baca ulang terakhir, sekaligus membantu pengecekan daftar isi kalau-kalau ada yang terlewat
  3. Koreksian proof yang diperkecil untuk diperiksa kembali sebelum turun cetak.

Lega sekali rasanya ketika melihat koreksian jauh lebih sedikit ketimbang dulu. Paling tidak, nama binatang-binatangnya benar semua. Berikut beberapa yang saya catat:

  • Espadon = ikan todak
  • Papillon de nuit = kupu-kupu malam
  • Atlas = kupu-kupu gajah
  • Ver luisant = cacing berkilau
  • Dogue = anjing mastiff
  • Oursin = bulu babi
  • Baleine franche = right whale
  • Pieuvre = gurita
  • Anguille = belut
  • Vibrisse = sungut
  • Putois = polecat
  • Moufette = sigung
  • Crique = jangkrik
  • Coelacanthe = ikan raja laut
  • Poisson-chat = lele
  • Carpe = kakap
  • Sponge = spons
  • Ouistiti = marmoset
  • L’aigle royal = elang emas
  • Dent de l’eouf = gigi telur
  • Thon = tuna
  • Sterne = dara laut
  • Paon de jour = merak
  • Coccinelle = ladybird/kembang koksi
  • Chapeau chinois = topi cina
  • Sangsue = lintah
  • Oiseau de paradis = cenderawasih
  • Ver solitaire = cacing pita
  • Pinson = burung lark
  • Merle = turdus merula
  • Rouge-gorge = robin
  • Crabe violiniste = kepiting biola
  • Colombe = merpati
  • Teigne = ulat lilin
  • Narval = narwhal

 

Karena dahulu sempat salah acuan, saya berusaha lebih berhati-hati. Dalam prosesnya, ada pelajaran yang saya petik: tidak semua orang yang “pakar” (dalam arti akademis), bahkan praktisi yang menerjuni kehewanan ini sehari-hari mampu menjelaskan dengan bahasa awam. Acung jempol untuk Mbak Poppy, Fanny, dan Dita yang bisa menerangkan dengan mudah dimengerti. Terkait burung, saya cukup sering bertanya pada suami meski kadang ngomel karena dia dengan iseng dan santai mengatakan burung apa saja “emprit”, “cangkurileung”, “ciblek”, dan sejenisnya.

Burung, serangga, dan kucing termasuk yang bikin saya paling antusias menyunting. Ketika bertemu topik kumis kucing, saya dekati lagi para kucing di rumah dan amati lebih saksama untuk membedakan kumis dengan sungut. Saya geram sekali saat ada orang iseng (entah siapa) yang menggunting kumis salah satu kucing kami yang waktu itu masih kecil. Tanpa mengindahkan keheranan tetangga, saya tunggui kucing yang meloncat di genteng dan memanjat pohon untuk mengecek pembahasan kucing yang selalu bisa berdiri setelah jatuh dari ketinggian.

Apakah semua hewan itu menggemaskan dan saya sukai? Tentu tidak. Ada beberapa spesies yang bikin geli, kendati saya berusaha tidak gentar-gentar amat menghadapinya. Kembali pada burung, saya terbantu oleh situs-situs penyedia rekaman bunyi aneka burung dan sejumlah blog hobiis burung. Ada pula satwa yang belum saya kenal, bahkan baru denger, semisal ikan badut, kepiting pertapa, burung jenjang mahkota, dan ephemera.

Buku Denny Manusia Ikan juga kenangan masa kecil yang bermanfaat, karena setidaknya saya ingat istilah ikan pari dan ikan buntal:))


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)