shadows

Yang paling diingat Mas Agus ketika menyunting terjemahan novel Lindsay McKenna ini adalah buaian riset yang melenakan. Mungkin Anda pernah baca di blog komik strip Mox.

Jebakan risetnya seperti ini:

Grand Teton National Park

Dragon’s Teeth

Ternyata sudah dilazimkan menjadi “gigi naga” sesuai rujukan buku ini.

Rusa dikembalikan menjadi elk.

 

 

Terjemahannya apik, acung jempol pada Mbak Utti Setiawati yang namanya tidak asing lagi buat saya. Saya pernah membaca sejumlah karya terjemahan beliau sejak masih kuliah. Beliau tidak segan membubuhkan catatan, termasuk mencermati adegan yang agak janggal dan melenceng dari pengamatan penulisnya sendiri.

Buku ini mengandung pelajaran banyak mengenai status anak adopsi dan serba-serbinya, kerelaan orangtua angkat, kegelisahan anak angkat setelah dewasa. Bisa dikategorikan fiksi wisata juga (istilah ngawur saya) karena menjabarkan pemandangan indah di lokasi-lokasinya. Sangat menarik.

 

Kutipan favorit:

 

I learned a long time ago the only life I could control
was mine.

But when it comes right down to it, Dan
is his father. Whether Dan was a good or bad father
doesn’t matter. I think the bigger question is, will
Wes rise above all the hurt to say farewell? Maybe
even forgive Dan? If he doesn’t try to make amends
with his father, Wes will live with that choice the rest
of his life. And that’s a hard thing to carry.

 

Untuk pertama kalinya, Mas Agus “berduet” dengan Zaizai yang diserahi tugas selaku pembaca proof. Bahkan nama Zaizai dicantumkan di halaman hak cipta. Selaku pembaca akhir pula, Zaizai yang ditanyai lebih dulu mengenai konsep cover:))


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)