Terkadang, bila sudah sering membaca buku terjemahan dan menerjemahkan, kita tidak perlu menilik naskah asli untuk menyunting hasil terjemahan. Tentu saja bila kesalahannya relatif ringan.

Mari kita bandingkan contoh-contoh di bawah ini.

Roberta berusaha sedapat mungkin menjadi pengganti ibu bagi Amanda yang telah hilang sejak ia bayi.

Pascaedit:

Roberta berusaha sedapat mungkin menjadi pengganti ibu Amanda yang tidak lagi memilikinya sejak bayi.

Kalimat ini perlu dicek ulang sumber dan konteksnya, kalau-kalau ibu Amanda memang hilang dalam arti lenyap secara misterius.

Ia sudah terbiasa mendengarkan pada diskusi tanpa akhir mengenai musik terbaru, pertunjukan baru terhangat, dan film baru terhangat.

Pasca edit

Ia sudah terbiasa mendengarkan diskusi berkepanjangan mengenai musik terkini, pertunjukan baru terheboh, dan film yang sedang naik daun.

Masalahnya hanya pada kekakuan tata bahasa dan pengulangan, maka dapat disunting tanpa memeriksa sumber.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

3 Responses to “ Menyunting Terjemahan Tanpa Melihat Naskah Asli ”

  1. gravatar Ririen (Saptorini) Reply
    February 28th, 2011

    Belajar editing gratis, asyik …asyik … teruskan Mbak.

  2. gravatar novi khansa Reply
    March 2nd, 2011

    Mbak, aku pernah disuruh proofreading buku terjemahan dan disertakan naskah aslinya.
    Aku sih nggak mengubah apa-apa, tapi menandai beberapa hal yang menurutku janggal setelah melihat naskah asli…

    Mbak, kapan-kapan, sharing tentang ini, ya kalau lagi senggang 🙂

    Thx u

    • gravatar Rini Nurul Reply
      March 30th, 2013

      Insya Allah.

Leave a Reply

  • (not be published)