dafis1

Untuk kali pertama, saya memperoleh tugas menyunting terjemahan tanpa Track Changes. Di satu sisi, ini meringankan editor penanggung jawab yang langsung mengoreksi di hasil setting dalam bentuk cetak (proof cetak). Untuk saya pribadi, terhindarlah risiko hang karena dokumen tidak berat bekerja. Potensi kelebihan atau kekurangan spasi karena mata jereng meski sudah memakai tampilan Final pun bisa diminimalkan.

Di sisi lain, timbul tantangan. Yah, mana ada sih tindakan tanpa konsekuensi?:D Supaya coretan koreksi editor penanggung jawab tidak kelewat banyak dan merepotkan setter untuk eksekusi final naskah, saya harus bekerja secermat mungkin. Di samping itu, ketika menulis catatan masukan untuk penerjemah jadi lebih lama. Tidak bisa tinggal kopas, artinya saya harus pilah-pilah dan memakai fungsi Find.

Bagaimanapun, variasi ini menyegarkan. Tantangan tambahan, naskah aslinya dalam bentuk buku cetak. Tidak ada softcopy. Ini terjemahan bahasa Prancis yang kerap mengandung banyak simbol (accent) dalam penulisan. Untuk menyiasatinya, saya mencari contoh untuk jadi masukan dari kalimat-kalimat yang polos (tanpa simbol). Seperti ini: Pourquoi les arbres se rejoignent-ils au bout de la route?

Sambil jalan, beberapa istilah dan diksi saya catat manual dengan tulisan tangan. Sekalian uji ingatan:)


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)