dare

Novel karya Lori Foster ini bergenre suspense-romance. Saya mengira agak mirip dengan Take No Prisoner karena profesi tokoh pria utamanya hampir senada. Ada misi yang diemban, hanya saja penjabaran kehidupan si tokoh pria seputar bidang yang ditekuninya lebih detail lagi. Kekurangan pria itu hanyalah namanya, Dare Macintosh. Mungkin pengarang ingin pembaca mudah mengingatnya.

Istimewanya lagi, Molly Alexander, sang tokoh utama wanita, tidak kelewat manja. Di awal penampilannya tidak ditonjolkan secara fisik, bahkan dia melakukan perlawanan karena salah sangka. Dari sanalah saya yakin bahwa kisah Dare dan Molly ini berbeda, setidaknya dalam hal perwatakan yang kuat.

 

“My fourth book is being made into a movie. There’s even talk
of Ryan Reynolds playing the lead.”

Itu daya tarik berikutnya, karier Molly selaku penulis. Seru juga menduga-duga bahwa pelaku penculikan dan penganiayaan terhadap wanita muda ini adalah pembaca yang marah. Pilihan profesi Molly sendiri dianggap mencoreng nama keluarga, karena dia menulis romansa yang “mendidih”.

Usually, whenever she admitted to being a writer, the
questions started. Where do you get your ideas? How long
does it take to write a book? How much do you get paid?
How did you get started? She heard them often, sometimes
with disdain when people discovered that she wrote
for entertainment, not to impress the literary world.
Used to be, people asked her why she hadn’t been on
Oprah, or had her books been made into a movie, as if
either was something in her control and easily accomplished.
But with the recent movie deal, at least one of
those questions had been replaced with another: Can I
borrow some money?

Timbullah alasan kuat Molly menggunakan jasa Dare sebagai penyelidik sekaligus prajurit profesional. Digambarkan Dare dan kawan akrab sekaligus asistennya yang sangat rapi menyimpan rahasia, menyayangi hewan, bahkan saya tenggelam dalam deskripsi rumahnya yang amat memperhitungkan keamanan sesuai pekerjaan. Sampai-sampai saya lupa menerka dalang penculikan Molly.

Penerjemahannya tergolong mulus dan sangat jarang saya harus menengok materi asli. Catatannya pun sedikit sekali, di antaranya:

  1. Aku khawatir tidak menunggu kedatanganmu = sayangnya kedatanganmu mendadak sekali
  2. Aku memiliki beberapa pertanyaan = ada beberapa pertanyaan/ada beberapa hal yang ingin kutanyakan
  3. Apakah kau membutuhkan bantuanku? = apa kau membutuhkan bantuanku?/kau butuh bantuanku?
  4. Maukah kau melakukan sesuatu untukku? = kau bisa membantuku?/bisa membantuku?
  5. Nanti aku akan mengabarimu = kau akan kukabari
  6. Apa yang kaubicarakan? = apa maksudmu?/apa katamu?/apa kaubilang?

 

 


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)