Sebagaimana yang saya rasakan usai membaca Ensiklopedia Pustaka Time Life, saya sangat berharap bisa menerjemahkan nonfiksi (khususnya sains) dengan lebih baik lagi. Tepatnya, dengan naratif, cair, dan tidak kaku. Keterbacaan tentu dipengaruhi keringkasan kalimat (yang tidak bertele-tele) pula. Saya melihat-lihat lagi arsip terjemahan bahasa Prancis, namun bukunya belum terbit dan saya tidak punya materi sumbernya.

Kehidupan di alam menuntut adanya pengorbanan.

Kadal mahir dalam hal itu! -> Akan lebih pas jika saya menerjemahkannya, Itulah kemahiran kadal!

Ia menerapkan sistem pertahanan unik pada jenisnya.

-> Sebenarnya saya kurang sreg dengan “ia” untuk kata ganti binatang, tapi berhubung ini bacaan anak, sepertinya lazim-lazim saja agar mudah dimengerti dan tidak terlalu panjang.

Jika diserang rakun, kucing, ular atau spesies lainnya, yang siap menyantapnya, mereka menanggalkan ekornya dan melarikan diri.

-> ‘Nya’ yang ketiga tidak saya buang karena kadang kalimat untuk anak perlu lebih jelas. Namun seharusnya saya mengganti ‘mereka’ dengan ‘kadal’ supaya pembaca tidak bingung.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

NEXT ARTICLE

Leave a Reply

  • (not be published)