flixster.com

Sumber gambar

Bagi Cinderella, tengah malam berarti waktunya bergegas pulang sebelum ia kembali ke wujud semula. Begitu juga kereta dan pasukan pengantarnya. Bagi Gil Pender (Owen Wilson), tengah malam adalah saatnya menumpang sebuah mobil kuno misterius kemudian menuju suatu tempat bersuasana tahun 20-an dan berjumpa seniman-seniman besar seperti Hemingway dan Gertrude Stein. Di sanalah ia merasa leluasa dan membicarakan karyanya, sebuah novel yang tengah ia garap namun menimbulkan kesangsian, dengan orang yang tepat.

Ditambah lagi, Gil jatuh cinta pada Paris. Menurutnya, berjalan di bawah hujan di kota cahaya itu indah dan romantis. Tidak demikian pendapat tunangannya, Inez (Rachel McAdams). Bagi Inez, kehujanan berarti satu saja: basah. Gil kerap dihadapkan pada kewajiban makan malam dengan calon mertuanya serta berkeliling Paris dengan dua kawan Inez, Paul dan Carol.

Spoiler Inside SelectShow

Perjumpaan yang penting bagi karier Gil, yang sudah letih menulis naskah film tak peduli betapa laris dirinya di Hollywood sehingga dipandang sukses oleh Inez, membuatnya ‘ketagihan’ menanti tengah malam. Sementara itu, sang tunangan bersenang-senang sendiri dan tidak mau terhambat oleh kebiasaan aneh Gil yang dianggapnya berkhayal atau terkena tumor otak. Sangat lumrah apabila penulis yang tengah mengejar impiannya dan merasa ingin meninggalkan kehidupan lama karena tidak sesuai hati nurani kesal oleh ucapan Paul semacam ini,

Nostalgia is denial – denial of the painful present… the name for this denial is golden age thinking – the erroneous notion that a different time period is better than the one ones living in – its a flaw in the romantic imagination of those people who find it difficult to cope with the present.”

Sementara Hemingway berkata, “If it’s bad, I’ll hate it. If it’s good, then I’ll be envious and hate it even more. You don’t want the opinion of another writer.”

Sumber kutipan

Memang, Midnight in Paris mengutarakan betapa manusia merindukan keberbedaan di masa silam. Sekalipun di masa itu ia sama sekali belum lahir. Di samping karakter Ernest Hemingway yang eksentrik, Scott Fitzgerald, Pablo Picasso dan Gertrude Stein yang begitu fasih berdialek Prancis nan enak didengar, saya acung jempol pada Owen Wilson. Ini film drama romantis pertamanya yang saya sukai.

Spoiler Inside SelectShow

Secara keseluruhan, ini film yang direkomendasikan bagi seniman, penulis, penyuka bahasa Prancis, Paris, dan romantisme tahun 20-an. Omong-omong, saya baru ngeh bahwa pemeran guide-nya adalah Carla Bruni. Cantik sekali, dan saya tertawa terus mengingat istilahnya, “The pedantic gentleman.”

Skor: 3,5/5


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

PREVIOUS ARTICLE

Leave a Reply

  • (not be published)