paragraph

Ceritanya, saya sedang menyunting terjemahan. Bahannya buku seri, saya juga menerjemahkan dan judulnya berbeda. Setelah beberapa minggu mengerjakan, saya ngos-ngosan dan serasa tak selesai-selesai. Karena penasaran, saya cek file terjemahan sendiri dan tebalnya. Hanya 190 halaman, sedangkan editan ini sampai 300-an. Kok aneh ya? Buku materinya sama tebal padahal.

Mula-mula saya oprek layout-nya, siapa tahu berbeda jauh. Font sama, ukuran sama, spasi sudah 1,5. Dijadikan A4 dan marginnya sama. Hasilnya… materi editan masih 250-an. Lalu datanglah pertolongan pertama pada kepusingan alias Mas Agus.

Dia menjelaskan, keajaiban Word 2007 adalah style default-nya berupa Heading. Jadi pertama-tama, ubah dulu ke No Spacing dengan font Calibri 11 dan sebagainya. Kemudian masuk menu Paragraf di Word Options-Customize seperti gambar di atas.

previewparagaraf

Untuk memudahkannya, toolbar tadi dipindahkan ke luar. Klik, kelihatanlah Before dan After-nya spasi berapa. Diubah jadi 0 pt dua-duanya, semua “celah” hilang dan file menggembung tadi menjadi 215 halaman saja. Alhamdulillah, masih angka yang wajar:D


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)