Awalnya, saya membahas ini dengan sesama kawan penggemar seri The Mentalist. Menurut Dinda, teman saya itu, Patrick Jane mengatakan bahwa mengasah kemampuan mnemonic antara lain bisa dengan banyak membaca buku telepon. Itu hobi saya (tepatnya iseng) sewaktu SMA, apalagi kalau box telepon umum sedang kosong. Atau antre di dokter.

Ternyata banyak teknik mengenai mnemonic tersebut. Ada yang menyangkut abjad, ada juga angka. Setelah membaca-baca di situ, saya senang sekali sebab puisi dan rima pun berguna dalam pengasahannya.

Salah satu metode yang selaras adalah ketika kakak menularkan ajaran gurunya sehingga saya tidak kesulitan menghafal tabel unsur di pelajaran Kimia. Sekarang sih, sudah lupa:D. Kalau tidak salah diawalinya, “Siang-siang maling seng…”

Mas Agus juga mengajari saya mengingat jumlah hari dalam bulan dengan buku jari. Lagi-lagi, saya belum sukses mengingatnya. Tidak yakin juga rima bisa mengatasinya seperti di tautan tadi:

Thirty days hath September,
April, June, and November;
All the rest have thirty-one
Excepting February alone:
Which has twenty-eight, that’s fine,
Till leap year gives it twenty-nine.

Teknik menghafal lambang zodiak ini membuat saya ingat sewaktu menerjemahkan City of Stars:

The Ram, the Bull, the Heavenly Twins,
And next’ the Crab, the Lion shines,
The Virgin and the Scales.
The Scorpion, Archer, and the Goat,
The Man who holds the Watering Pot,
And Fish with glittering scales.

Lalu tibalah pelajaran matematika yang paling saya tak suka:

SOHCAHTOA

Sin = Opposite/ Hypotenuse

Cos = Adjacent / Hypotenuse

Tan = Opposite / Adjacent

Sin, cos, tangen, aargh!

Sekarang saya tidak boleh bete lagi kalau ditanya kerabat dan saudara, prefix sekian termasuk nomor operator apa. Juga mengenai kode pos:))

Omong-omong, silakan tertawa, tapi saya masih sering lupa nomor ponsel sendiri.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

PREVIOUS ARTICLE

NEXT ARTICLE

Leave a Reply

  • (not be published)