much ado about marriage.indd

Sebelum menulis postingan ini, saya sempat menjenguk uraian di sana.

Seorang klien berkelakar bahwa menggunakan jasa salah satu dari kami berarti bonus 2 in 1. Saya pribadi berkesempatan mengintip dan nebeng baca beberapa suntingan Mas Agus ketika masih digarap, kadang-kadang hanya membaca sekelebat.

Novel Much Ado About Marriage ini merupakan prekuel seri MacLean Curse. Profil tokoh wanita utamanya, Fia, cukup berkarakter. Tentu saja digambarkan cantik dan molek seperti umumnya hisrom, namun tidak seperti kebanyakan bangsawan, Fia bercita-cita menjadi penulis drama.

[sws_blue_box box_size=”100″] “Hati-hati, orang Inggris. Lidahmu mungkin setajam pisau, tapi tanganku menggenggam pisau sungguhan.” [/sws_blue_box]

Saya sudah tersenyum-senyum sejak membaca halaman dedikasi yang menyebutkan bahwa Hugh Jackman menjadi inspirasi pengarang. Agak sulit membayangkan Hugh beraksen British dan “memerankan” Thomas yang sepertinya jauh lebih muda di cerita berlatar zaman dulu kala.

Kekuatan novel ini adalah tutur dan dialognya, kendati deskripsi yang digunakan hampir minim. Mungkin pengarang berusaha menjaga konsistensi nuansa maskulin di seri MacLean Curse. Di bawah ini dialog yang menurut saya cukup menarik dari segi perumpamaan dan kandungan humornya:

[sws_blockquote_endquote align=”” cite=”” quotestyle=”style01″] Katanya suara Nenek bisa membuat beku sungai yang mengalir pada puncak musim panas. Kakek akhirnya meledak dan membanting gelas keramik di meja dapur sampai pecah berkeping-keping. Lalu dia menyuruh Nenek meninggalkannya dan jangan kembali lagi. Itulah yang Nenek lakukan. … Ketika Kakek menyadari perbuatannya, dia menangis siang-malam selama 21 hari. [/sws_blockquote_endquote]

[sws_blockquote_endquote align=”” cite=”” quotestyle=”style02″]Dia pasti mencintai nenekmu sebenarnya. [/sws_blockquote_endquote]

[sws_blockquote_endquote align=”” cite=”” quotestyle=”style01″]Oh, tidak! Itu karena dia tidak pernah sanggup minum dari gelas keramik lagi. Gelas jenis itu selalu mengingatkannya pada kejadian tadi. Menurutnya, gelas keramik bahkan bisa membuat wiski yang enak terasa asam. [/sws_blockquote_endquote]

Di bab lain, saya terpingkal-pingkal sampai terjengkang sewaktu Thomas bersusah payah menangkap kelinci liar untuk dimakan tetapi Fia menyangka binatang itu hadiah untuk dia pelihara.

Seperti biasa, saya enggan repot-repot menghafal nama karakter lain. Itu tugas penyunting:p Setelah buku terjemahannya terbit dan ada di tangan, barulah saya ingat satu karakter lagi yang lumayan lucu dan eksentrik. Lord Montley alias Robert MacQuarrie.

Oh ya, menurut saya wajah wanita di sampul buku ini cukup sesuai dengan penggambaran karakter Fia dalam cerita:)

 


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)