Penulis: Haqi Achmad

Penyunting: Gina S. Noer, Ryan A. Syakur

Penerbit: Plot Point, 2013

Tebal: vi + 213 halaman

 

[sws_red_box box_size=”100″] Di Indonesia yang cakep banyak, yang bisa akting dikit. [/sws_red_box]

hal. 188

 

Dibutuhkan strategi khusus untuk mengupas profesi yang, meski tidak terlalu mendalam, sudah sering dibahas di televisi, internet, dan media selain buku. Saya penasaran akan hal itu, sehingga akhirnya memutuskan membeli buku ini setelah judul-judul lain yang relatif lebih jarang diangkat. Toh perlu dikuak juga sisi-sisi “di balik layar” para aktor yang tidak terlalu personal, informatif, dan tetap sesuai ciri khas seri My Life As ini, dari narasumber yang berlainan.

Cukup menarik untuk melihat lebih jauh dari topik yang tidak asing ini, bagaimana cara narasumber menjawab, misalnya. Mau tak mau saya jadi membayangkan (tentu saja hanya menduga) kerja editor serta penulis dan hasil wawancara aslinya. Kalau hasil olahan yang terbilang rapi itu masih menampakkan kemampuan narasumber menjawab yang tidak merata, tentu bukan salah penulis dan editor. Bahkan menurut saya, itu keuntungan karena menangkap sesuatu yang natural.

Pertanyaan yang tergolong unik dan sepertinya belum pernah dilontarkan di media lain ialah sikap para aktor ini akan yang eksklusif di film saja atau menjalani keduanya, film dan sinetron. Motivasi materi tak ketinggalan disinggung. Masih dengan bahasa yang cair, masing-masing menceritakan perjalanannya tanpa perlu terlalu dramatis. Bagi saya, wawancara dan kisah Reza Rahadian yang paling menyenangkan. Semangat dan energinya menonjol, menular ketika saya membaca. Bukan berarti yang lain tidak bagus, saya masih bisa memperhatikan (tepatnya iseng mungkin) ekspresi para aktor ini di foto-foto yang tersisip. Tidak ada yang berusaha terlihat keren.

Yang menambah seru, di akhir cerita ada komentar penggemar via Twitter, penilaian kenalan dan kerabat para narasumber, termasuk dari teman kerja mereka. Buku ini jadi jauh dari menjemukan karena ditutup wawancara dengan dua casting director yang menambah pengetahuan. Ada pula tips casting dan kiat menjadi aktor, ditambah penuturan Monty Tiwa dari kultwitnya mengenai keaktoran.

[sws_red_box box_size=”100″]Jaman sekarang orang terlalu banyak ngasih opini, mereka sampai lupa mendengar. – Oka Antara (hal. 200) [/sws_red_box]

 

 


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)