Hawa panas macam sekarang, jangan coba-coba lepas cooling pad

Di suatu siang yang terik belum lama ini, kami sambangi toko komputer langganan tempat beli sejumlah perangkat kerja. Kami sampaikan masalah Ceri yang beberapa bulan terakhir sering mati sendiri padahal listrik sudah jarang padam, hanya saja masalah tegangan memang tidak stabil.

Setelah cek sendiri, terbukti bukan power supply. Tertuduh berikutnya adalah motherboard, namun saya sangsikan karena tidak sampai bluescreen (duh pait pait pait) atau bunyi bip yang mencurigakan. Ceri memang sudah 6 tahun, wajar jika demam-demam dikit. Kebanyakan kerja, dugaan overheat karena dipanteng walau nempel ke cooling pad terus. Apalagi kemarau panjang kali ini sepertinya menuntut lebih dari sekadar cooling pad, tapi butuh sering istirahat juga mesinnya. Upaya yang ditelisik sendiri adalah downgrade OS. Untungnya sejumlah driver XP untuk produk tipe ini masih ada di situs resmi.

Mbak di toko komputer bilang, “Harus upgrade Bios, tapi susah memang kalau laptop. Bawa ke sini aja kalau mau.”

Jreng jreng… bukannya nggak percaya. Perjalanan ke sana lumayan jauh dan bikin deg-degan, takut sang laptop kesenggol di jalan… kecuali subuh. Tapi tokonya kan belum buka:p

Akhirnya saya putuskan coba sendiri. Setelah downgrade, baru selesai install Windows XP… jeder, mati listrik. Lumayan “tepat waktu”, tapi Ceri kayaknya kaget karena pas nyala lagi dan diinstall driver sesuai urutan, dia mati berkali-kali. Tapi setelah selesai semua driver itu diinstall, saya masih penasaran. Saya download update Bios versi terbaru, mengambil risiko peringatan garansi gugur dan sebagainya. Yah, sudah tidak garansi banget kok.

Jegerrr… tidak bisa masuk Windows. Logo muncul, tapi ada pilihan Safe Mode dan seterusnya, tetap tidak bisa masuk. Mulailah saya keringatan.

Setelah selancar, ketemu deh blog yang menjabarkan langkah pembuatan Bootable DOS dengan flashdisk. Pakai program Rufus, format flashdisk, dan clear password bios. Di sinilah terasa pentingnya konsentrasi dan ketekunan membaca tulisan panjang, sebab ternyata blog tersebut tidak mencantumkan perintah DOS untuk menjalankan program di flashdisk tersebut. Jadilah saya meraba-raba dan ingat-ingat mulai dari dir… ganti drive… run… berhasil clear password Bios, kemudian bengong.

Saya googling lagi dan ketemu forum Yahoo! Answers yang kembali mengingatkan risiko update bios. Juga langkah pengatasannya. Lho, rupanya habis clear password itu saya harus masukkan lagi bios lewat flashdisk. Kesalahan selanjutnya yang bikin saya bolak-balik tancap pasang flashdisk di dua laptop yang bersebelahan adalah:

  1. Tidak ekstrak file zip bios tersebut
  2. Setelah ekstrak, malah dibiarkan dalam folder
  3. Kembali salah baca panduan yang tidak rinci. Yang ini bilang ketik flash bat, yang ini buka ekstension FD… lalu ada flash ini yang menghasilkan respons DOS “Warning: write your argument.”

Kayak begini kok ya pernah ngimpi jadi Garcia sih…

Akhirnya saya ketik flash bat kemudian meluncurlah proses yang cepat. Tapi kok… tetap nggak masuk Windows?

“Kamu aja, saya nyerah ngoprek Bios,” kata Pak Editor. Glek.

Dugaan saya, salah versi Bios-nya. Tapi masa harus dicoba semua? Saya sempat download versi “asli” yang bertepatan dengan tanggal pembelian Ceri. Walau rasanya kok mundur lagi, dan setahu saya yang namanya downgrade tidak semudah itu. Pasti ada efek samping, depan, dan belakang.

Setelah mencari-cari lagi dengan kata kunci yang lebih spesifik (mencantumkan tipe laptop), alhamdulillah saya temukan forum komunitas pengoprek Bios di luar sana. Katanya jika logo Windows nongol, flash bios sudah sukses. Hanya saja Bios kembali ke default. Saya harus cari opsi AHCI/Enhance dan mengubahnya menjadi “IDE”. Opsi ini bisa berbeda-beda di lain komputer.

Saya lupa di menu mana di bios saya temukan itu, tapi langkah ini memang berhasil. Horeee… terima kasih banyak pada sang pemberi saran meski saya lupa di mana forumnya.

Kesimpulan lain: ngoprek begini memang harus konsentrasi penuh.

Setelah itu, Ceri masih batuk-batuk lantaran kaget oleh setrum lenyap dua jam tadi. Setelah kipas dicabut sebentar, batuk-batuknya berkurang. Akan saya gali nanti berdasarkan beberapa kemungkinan di sini.

 


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)