Judul terjemahan: Kota Antah Berantah
Penerjemah: Donna Widjajanto
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 440 halaman
Cetakan: I, Maret 2007

Selain nama pengarangnya, alasan saya membeli novel ini adalah judul
dan covernya yang memikat. Sewaktu browsing situs web Neil Gaiman
bersama Mas Agus, kami menelusuri judul demi judul dan terlalu sibuk
mengaguminya sehingga tidak membaca sinopsis masing-masing buku. Saya
terpesona pada nuansa kelam dan muram dalam sebuah cerita, seperti
yang dituturkan di sini.

Neverwhere berkisah tentang Richard Mayhew, yang merasa dirinya bukan
siapa-siapa. Satu-satunya yang berarti baginya hanya tunangannya,
Jessica, wanita cantik dan pongah. Perdebatan keduanya saat mendapati
seorang wanita terluka di jalan kota London mengubah jalan hidup
Richard selanjutnya. Ia meninggalkan Jessica dan membawa pulang gadis
yang terkapar itu.

Ia bukan perempuan biasa. Door, demikian namanya, berasal dari London
Bawah. Ia dikejar-kejar pasangan pembunuh dari puluhan generasi, Mr.
Croup dan Mr. Vandemar. Di sisi lain, Door ingin mengetahui siapa yang
mengupah mereka untuk membinasakan seluruh keluarganya. Richard
terpaksa mengikuti sang lady dan bertualang di dunia yang tak pernah
dibayangkannya. Bersama Marquis de Carabas, orang yang berutang budi
pada ayah Door dan Hunter, pengawal terbaik London Bawah.

Batas antara wilayah lain yang bersifat fantasi dengan kota London
yang benar-benar nyata mengingatkan pada desa Tembok dalam novel
Stardust. Kepiawaian Gaiman jelas terletak pada kombinasi hal-hal
imajiner dengan fakta, sangat mendetil seperti peta London Bawah di
awal buku ini. Richard berjumpa dengan orang-orang yang tak
terbayangkan, misalnya rat-speaker, Lamia yang sangat dingin bagaikan
vampir, dan sempat berkelana ke London Atas mendapati dirinya asing di
mata kenalan-kenalannya. Door sendiri memiliki kemampuan spesial
membuka setiap pintu, yang tak terlihat sekalipun.

Kecemerlangan ide Gaiman nampak pada karakter Malaikat Islington, yang
berbeda dengan sosok malaikat pada umumnya. Tidak lupa kejutan yang
disertakan di akhir cerita, kendati penjelasan kematian keluarga Door
tidak terlalu bombastis. Akhir kisah Neverwhere mengemas pesan: pada
akhirnya kita harus memilih, walau butuh perjalanan panjang untuk
mengetahui tempat kita yang sesungguhnya.

Skor: 3/5


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)