Penerbit: Imania

Bahasa asal: Prancis

Sedikit cerita mengenai proses kreatifnya

 

amazon.com

 

Saya mulai menerjemahkan memoar berjudul asli La Fille aux neuf perruques ini awal Februari tahun lalu. Ternyata buku tersebut dialihbahasakan oleh Emmanuèle Sandron dari versi Belanda, Meisje met negen pruiken. Ini non fiksi dewasa Prancis pertama yang pernah saya tangani.

Kisah nyata ini mengenai seorang gadis berusia 21 tahun yang divonis kanker paru-paru. Sesuai penulisan memoar naratif yang baik, kronologisnya dibuat ulang alik dan dibuka dengan aksi, bukan deskripsi. Memoar dibagi menurut sekuen bertanggal bulan dan tahun, menuturkan perjuangan Sophie untuk sembuh melalui prosedur pengobatan yang disyaratkan serta tetap menjalani hidup secara menyenangkan. Ada kalanya ia tetap ngedugem untuk merasakan bahwa tak ada yang berubah.

Paparannya bergaya diari dan saya salut kepada penerjemah bahasa Prancis yang begitu lebur mentransformasi cerita. Ada sub bagian mengenai Sophie menjadi penulis, juga kisah traveling dan persahabatan.

Harus saya akui, saya ikut lelah pada kisah-kisah pengobatan dan kemoterapi. Bahkan saya merasa benar-benar berada di rumah sakit ketika menerjemahkan bagian itu. Namun yang menyenangkan, pengalaman ini malah menjadi referensi penguat sehingga saya memperoleh pekerjaan yang hampir mirip. Ditambah lagi, bagai keajaiban, tahun lalu saya berturut-turut bersentuhan dengan proyek berbau medis, antara lain menyunting Smart Patient yang lebih dahulu terbit:)


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)