Impatient Optimist

[sws_dropcaps letter=”S” color=”356e1b”] [/sws_dropcaps] aya tak bisa menyatakan seratus persen enggan membaca buku motivasi. Seperti kata Roxxette, “Never is a long time.” Seiring berjalannya waktu, saya sadar bahwa topik tertentulah yang tidak sesuai preferensi saya. Toh, yang namanya motivasi dapat dipetik dari segala genre, termasuk fiksi dan cerita-cerita yang tampak jauh dari itu.

Tawaran menerjemahkan memoar model baru Bill Gates ini merupakan terkabulnya doa yang sekian lama. Setelah sepuluh tahun vakum dari IT, tak ayal ada rasa kangen juga. Namun saya berkeyakinan, dunia buku akan mengantarkan kembali ke sana. Entah kapan dan bagaimana caranya. Layaknya perbukuan, IT adalah area yang luas dan variatif. Kombinasinya banyak.

Dua belas tahun lampau, saya pernah ditawari menggarap proyek sejenis oleh suatu penerbit. Posisi saya selaku editor, namun tidak berkelanjutan karena satu dan lain hal. Buku-buku referensinya masih saya simpan dan ketika ditengok kembali, memang terasa perbedaan yang besar dalam keberbahasaan.

Kembali menerjemahkan nonfiksi menciptakan kebahagiaan tersendiri. Dari sanalah saya mulai, dan kendati buku ini berupa kumpulan memoar, tidak menjadikannya supermudah. Yang paling saya senangi adalah pemikiran-pemikiran Bill Gates ihwal bisnis dan manajemen, termasuk rasa percaya dirinya yang unik. Sedikit-banyak ada yang dapat saya jadikan bahan renungan.

Seperti biasa ketika menggarap nonfiksi, “hobi” saya adalah melompat-lompat sebelum akhirnya mengecek ulang dan mengurutkan. Kadang saya perlu memeriksa artikel utuh yang dikutip, mengira-ngira “suasana” dan konteks kala ucapan itu dilontarkan. Kemudian bagian menantang lainnya, menerjemahkan daftar isi dan sumber yang dikelompokkan menurut topik. Senang sekali karena editor memberikan masukan berharga:)

Yang ini, salah satu kutipan favorit saya,

[sws_blockquote_endquote align=”” cite=”” quotestyle=”style02″] When you have the level of success that we’ve had, when you have a business that’s important as this, with this many competitors, you’re going to have people saying some nasty things. And so you have to learn a little bit not to take it too personally. [/sws_blockquote_endquote]

Beberapa halaman isi buku ini dapat diintip di web Bentang.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)