Awal bulan ini, tepat tanggal merah. Ada hajatan di kampung tetangga, empunya hajat adalah pemilik suatu kelompok seni reak yang cukup khas di wilayah kami.

Tentu saja tamu-tamunya juga sesama pemilik kelompok seni itu dan menampilkan pertunjukan masing-masing. Jadilah hari Senin yang cerah itu sangat meriah, sayangnya cucu yang tengah bertandang ketakutan melihat barong bertopeng. Lain kali saya harus ajak dia mendekat dan menunjukkan bahwa di balik barong itu manusia juga.

Sepuluh tahun tinggal di sini, baru kemarin saya bisa nonton dari dekat dan banyak jeprat-jepret. Agak berdesakan dengan warga lain dan petugas dokumentasi dari tempat outbound yang merekam pertunjukan tersebut. Sangat menyenangkan, kapan-kapan ingin nonton lagi:)

BTW rata-rata pemain reak berprofesi rangkap. Di antaranya pekerja bangunan. Bila harus tampil, mereka minta izin pada pemilik rumah untuk libur satu hari dan biasanya diperbolehkan.

Sewaktu KKN di Rancakalong, saya sudah mengenal seni reak ini. Di lereng gunung sini, kami menyebutnya “dogdog”.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)