Kata bijak menyarankan agar tidak sering-sering menengok masa lalu. Bila yang dulu indah dan sekarang sudah lenyap, atau tidak dimiliki lagi, bisa mendatangkan kesedihan. Tapi jika yang dulu itu pedih, efeknya pun sama.

Menurut saya, sekali-sekali mengenang perlu juga. Sebab yang saya alami, makin berkeras melupakan, makin dalam teringat.

Sore ini, sewaktu membaca-baca arsip lama sambil beberes harddisk, saya menemukan naskah suntingan Nello, alias “gubahan” (demikian sebutan penerbit) dari Dog of Flanders. Saya ingat betul, keponakan membantu mengetik. Saya membacakan sambil tengkurap di kasur, sedangkan ibu saya menyeterika tak jauh dari kami. Suara saya mendadak parau karena menahan tangis sewaktu sampai di bagian ini:

[sws_blockquote_endquote align=”” cite=”” quotestyle=”style02″] Seorang gadis kecil berambut ikal menangis nyaring. Ia memanggil Nello dan Patrasche. “Ayo kita pulang. Ibuku sudah menyiapkan semuanya. Bangunlah, kalian pasti akan senang.”

Namun wajah pucat yang tersenyum itu seolah berkata, “sudah terlambat.”

Bunyi lonceng menyemarakkan Natal yang dingin. Sinar matahari menghangatkan tanah bersalju. Orang-orang lalu lalang di jalan tetapi Nello dan Patrasche tak lagi meminta apa pun dari mereka.

Kematian lebih menyayangi mereka dibandingkan kehidupan. Malaikat maut telah membawa mereka bersama kesetiaan cinta dan keyakinan dari dunia yang tidak menghargainya. Tangan Nello merangkul Patrasche amat kuat, maka penduduk desa memakamkan keduanya di satu lubang. Mereka bersebelahan dalam tidur panjang. Sepanjang hidup dan saat ajal tiba, dua sahabat ini tak terpisahkan. [/sws_blockquote_endquote]

 


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

2 Responses to “ Nostalgia Editan ”

  1. gravatar Sinta Reply
    April 24th, 2013

    Dirimu emang ‘juara’ dalam hal menghayati cerita, Mbak Rini

    • gravatar Rini Nurul Reply
      April 25th, 2013

      Tengkyu, Sinta.

Leave a Reply

  • (not be published)