Penulis: Louisa May Alcott
Penerjemah: Renny Anggraeni
Ilustrator: Agus Willy
Penerbit: Read! Publishing House
Tebal: 212 halaman
Cetakan: I, Maret 2008

Cerita tentang gadis-gadis bersaudara yang tumbuh bersama dalam satu
keluarga amat menarik bagi saya, seperti Little House on the
Prairie-nya Laura Ingalls Wilder yang saya baca sewaktu SD dan film
Pride and Prejudice. Minat terhadap kisah Little Women yang pernah
difilmkan antara lain dengan bintang Winona Ryder ini bertambah besar
setelah membaca novel Kapten March, yang dalam kisah ini tengah berada
di medan perang.

Alkisah empat kakak-beradik: Meg, Jo, Beth, dan Amy. Mereka tinggal
bersama sang ibu dan Hannah, juru masak yang membantu pekerjaan
rumahtangga. Meg dan Jo berhenti sekolah karena kesulitan keuangan
serta memilih bekerja meskipun penghasilannya tidak seberapa. Mereka
mulai bersahabat dengan Pak Lawrence, tetangga kaya yang tinggal
bersama cucunya, Laurie. Jo yang paling akrab dengan Laurie setelah
berkenalan di sebuah pesta dansa.

Saya paling suka mengikuti tindak-tanduk Jo, karakter yang tomboy,
temperamental, tetapi gemar menulis dan akhirnya dapat menerbitkan
karyanya di surat kabar. Saya turut bersedih tatkala naskah yang
ditulis Jo selama bertahun-tahun dibakar Amy setelah mereka bertengker
hebat. Ini mengingatkan saya, yang juga berposisi sebagai anak kedua,
pada masa kecil. Jo juga merasa tak rela kakaknya tercinta beranjak
dewasa dan dipinang seorang lelaki. Permainan yang mengharuskan para
pesertanya berkata jujur saat piknik pun asyik untuk disimak.

Bukan berarti kisah karakter lainnya tidak cukup memikat. Konflik Amy
di sekolah, misalnya. Begitu pula Beth yang tertular demam kuning
setelah merawat seorang bayi yang kemudian meninggal dalam pelukannya.
Empat bersaudara ini berjuang dengan cara mereka sendiri ketika sang
ibu mendapat kabar bahwa Tuan March sakit keras. Lagi-lagi Jo menonjol
dengan tindakannya menjual rambut untuk menambah biaya perjalanan
Nyonya March.

Novel yang disisipi komik kreasi Agus Willy ini lebih cocok
untuk pembaca remaja, atau minimal duduk di kelas 1 SMP,
dibandingkan buku-buku seri Cerita Dunia terbitan Read! lainnya
(antara lain Ceddie dan Heidi).

Skor: 4


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

PREVIOUS ARTICLE

NEXT ARTICLE

Leave a Reply

  • (not be published)