In My Life – The Quarrymen

Saya bukan fans John Lennon, namun lagu-lagu Beatles adalah bagian masa kecil saya. Saat menanjak remaja, saya lebih banyak mendengar lagu-lagu riangnya dimainkan orang (baca: teman yang hobi main band) dan almarhum Bapak lebih mengarahkan pada grup yang sepertinya beliau favoritkan, Bee Gees. Mungkin karena beberapa lirik lagu rock’n roll cenderung nakal, sebagaimana yang saya simak di film ini, atau secara tidak sadar kenangan saya ‘memblokir’ kegemaran itu sebab setelah nonton Nowhere Boy, saya sadar bahwa yang saya sangat sukai adalah lagu-lagunya yang sedih. Salah satunya Mother, yang menjadi penutup film ini.

undefined

sumber gambar: wikipedia

Nowhere Boy, yang sudah menyedot perhatian karena judulnya, memotret masa remaja John Lennon mulai usia 15 tahun. Saat ia mulai puber, mulai menyenangi musik sehingga merintis band yang saat itu masih bernama The Quarrymen, ugal-ugalan di sekolah, dan drama yang amat menyentuh: mencari orangtua kandungnya. Pada bagian-bagian itu, saya teringat terapi musik yang disebut-sebut Sidney Sheldon dalam novelnya, Tell Me Your Dreams, menyangkut kondisi psikologis pasien. Nowhere Boy mengukuhkan bahwa musik adalah suatu media untuk menyalurkan kegelisahan seseorang sebagaimana aktivitas seni lainnya, seperti menggambar dan menulis.

Di sela-sela itu, sempat terlintas pikiran bahwa casting director film ini jeli juga, memilih anak-anak muda ganteng untuk menghiasi layar perak kendati bukan itu faktor utama saya betah menonton. Selain ilustrasi musiknya, hubungan kompleks penuh emosi antara Aunt Mimi (Kristin Scott Thomas) dan ibu John yang tidak lain adiknya sendiri, Julia (Anne-Marie Duff) menjadi daya pikat besar. Emosi saya diaduk-aduk saat Aunt Mimi bertengkar dengan John masalah sekolah, perilaku, dan musik, termasuk ketika remaja tersebut memilih berlama-lama dengan ibunya yang sudah membina keluarga baru. Sebenarnya wajar saja, karena John dan Julia ingin menebus waktu yang hilang sekian lama.

Aaron Johnson sukses memerankan karakter remaja bengal yang ceplas-ceplos, seperti ketika menyerang Julia yang tengah mendengarkan Paul main gitar untuk mendiang ibunya. “She had cancer, what’s your excuse?”

Salah satu kutipan favorit: There’s no point hating someone you love.

Film yang benar-benar mengesankan dan sulit dilupakan.

Skor: 4,5/5


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

2 Responses to “ Nowhere Boy (2009) ”

  1. gravatar nurcha Reply
    February 7th, 2012

    catet daftar film yang harus di don*** atau dicari hehehe

    • gravatar admin rinurbad.com Reply
      February 8th, 2012

      Selamat berburu:)

Leave a Reply

  • (not be published)