Menurut kateglo, pengertian epigraf yang sesuai konteks buku ini adalah:

2 (Sas) kalimat atau bagian kalimat pada bagian awal karya sastra yang menggambarkan tema

Setiap bab Kim dibuka dengan epigraf. Berikut salah duanya:

Yea, voice of every Soul that clung

 

To life that strove from rung to rung

 

When Devadatta’s rule was young,

 

The warm wind brings Kamakura.

Yea, suara tiap Jiwa yang teguh

Menapaki hidup nan berat sungguh

Kala aturan Dewadatta baru dan tangguh,

Hangatnya angin Kamakura.

Seperti biasa, terjemahan saya cenderung tidak setia. Saya hanya menepati pola rima A-A-A-B dan menggali sendiri rima untuk suku kata terakhir, mengingat waktu itu belum mengetahui adanya kamusrima.com.

Good Luck, she is never a lady,

 

But the cursedest quean alive,

 

ricksy, wincing, and jady—

 

Kittle to lead or drive.

 

Greet her—she’s hailing a stranger!

 

Meet her—she’s busking to leave!

 

Let her alone for a shrew to the bone

 

And the hussy comes plucking your sleeve!

 

Largesse! Largesse, O Fortune!

 

Give or hold at your will.

 

If I’ve no care for Fortune,

 

Fortune must follow me still!

 

 

 

The Wishing-Caps.

Semoga Beruntung, dia bukan wanita sejati,

namun ratu paling terkutuk,

kejamnya menusuk hati—

walau sudah tersaruk-saruk.

Sambut dia—sebelum didului yang asing!

Jumpai dia—lengan bajunya telah menyingsing!

biarkan dia sejenak tanpa teman

Lalu merenggutmu ke depan!

Dahsyat! Dahsyatnya, O Kemujuran!

Sebutkan atau simpan keinginan.

Bila aku tak pedulikan Harta,

Harta pasti masih kutemu!

Topi Permintaan.

Beruntungnya, saya sudah membaca novel grafis Buddha sehingga bisa meraba-raba meski tak paham benar. Minimal, saya tahu siapa Dewadatta:)

Catatan: alhamdulillah, ternyata buku ini sudah jalan-jalan ke National Library Board, Singapura. 

Dan saya tak menyangka, ruang kerja Rudyard Kipling rapi sekali ^_^

Sumber: buzzfeed.com


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)