Lagi-lagi, bukunya masih teronggok belum dibaca entah sejak tahun berapa.

Pembukanya cukup bagus, bernuansa ala chicklit. Seorang wanita muda yang sudah menjanda dan diberhentikan dari pekerjaannya selama enam bulan berterus terang pada keluarga kemudian mencari penghidupan kembali. Saya geli mendengar percakapan kedua orangtua Stephanie Plum, kira-kira begini, “What you really need right now is…”

Kata sang ayah: “A job.”

Ibunya: “Husband.”

Stephanie diberitahu neneknya bahwa seorang sepupu membutuhkan juru arsip, namun ternyata yang dibutuhkan adalah recovery agent. Saya sempat salah duga bahwa pekerjaannya adalah debt collector, tapi memang hampir mirip. Stephanie bersemangat mengejar salah satu “tersangka”, pria incaran masa remajanya, Joe Morelli (Jason O’Mara). Di situlah diduga motif pribadi bermain, balas dendam atas kekecewaan dahulu. Kejar-kejaran yang semula agak kocak, tapi sering kali membosankan buat saya, pun berlangsung.

Saya sih lebih berpihak pada Ranger (Daniel Sunjata).

Salah satu sisi positif One for the Money adalah tak ada adegan “berbahaya”, meski bukan berarti aman untuk penonton di bawah umur.

Skor: 2,5/5

Gambar juga pinjam dari flixster


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)